Jakarta–Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang diplomasi ekonomi dalam rangka meningkatkan peran dan kepemimpinan Indonesia di dunia internasional.
Penguatan koordinasi dan sinergi yang selama ini telah terjalin antara kedua lembaga dilakukan guna meningkatkan persepsi positif terhadap ekonomi Indonesia, memperjuangkan kepentingan Indonesia di tingkat internasional, serta meningkatkan kapasitas sumber daya di masing-masing instansi.
Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan, kerja sama tentang peningkatan diplomasi sangat penting, mengingat tantangan perkembangan ekonomi dunia yang semakin tinggi. Oleh sebab itu, peningkatan diplomasi ekonomi ini merupakan strategi utama untuk menghadapi itu.
“Kita harus ambil kesempatan yang ada. Ekonominya dunia setelah 2008 masih terus penuhi tantangan. Kita lihat bentuk kerjasama seperti ini adalah strategi utama,” ujar Agus di Gedung Pancasila Kemenlu, Jakarta, Jumat, 3 Maret 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Menurutnya, Indonesia merupakan salah negara yang pertumbuhan ekonominya cukup tinggi dibandingkan dengan negara-negara yang tergabung dalam anggota G20. Pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan terbesar ke-3 di negara-negara G20.
“Di antara negara-negara Asean hanya Indonesia yang tergabung dalam G20 yang perekonomiannya tumbuh 5,02 persen di 2016. Jadi di antara G20 ekonomi Indonesia adalah terbesar ke 3 di dunia. Jadi ekonomi Indonesia makro fundamental semakin baik,” ucapnya.
Baca juga: Suku Bunga Kredit Turun Jadi 12,03%
Di tempat yang sama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menambahkan, dengan adanya peningkatan kerja sama di bidang diplomasi ekonomi ini, ke depannya diharapkan perekonomian Indonesia akan lebih baik yang didorong oleh potensi-potensi sumber perekonomian yang ada di RI.
“Kita menggunakan semua kesempatan untuk menjual potensi yang ada. Semua diplomat indonesia di manapun berada memiliki tugas yang sangat berat untuk promosi bagi perdagangan investasi pariwisata dan desiminasi sektor pariwisata kita,” paparnya. (*)




