Jakarta–Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang diplomasi ekonomi dalam rangka meningkatkan peran dan kepemimpinan Indonesia di dunia internasional.
Penguatan koordinasi dan sinergi yang selama ini telah terjalin antara kedua lembaga dilakukan guna meningkatkan persepsi positif terhadap ekonomi Indonesia, memperjuangkan kepentingan Indonesia di tingkat internasional, serta meningkatkan kapasitas sumber daya di masing-masing instansi.
Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan, kerja sama tentang peningkatan diplomasi sangat penting, mengingat tantangan perkembangan ekonomi dunia yang semakin tinggi. Oleh sebab itu, peningkatan diplomasi ekonomi ini merupakan strategi utama untuk menghadapi itu.
“Kita harus ambil kesempatan yang ada. Ekonominya dunia setelah 2008 masih terus penuhi tantangan. Kita lihat bentuk kerjasama seperti ini adalah strategi utama,” ujar Agus di Gedung Pancasila Kemenlu, Jakarta, Jumat, 3 Maret 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Askrindo menjalin kerja sama dengan Pemkab Bone untuk penjaminan suretyship dan asuransi umum… Read More
Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More
Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More
Poin Penting Status Indonesia tetap di kategori Secondary Emerging Market versi FTSE Russell dan tidak… Read More
Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp17.035 per dolar AS, tertekan penguatan dolar AS. Sentimen… Read More