Jakarta–Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang diplomasi ekonomi dalam rangka meningkatkan peran dan kepemimpinan Indonesia di dunia internasional.
Penguatan koordinasi dan sinergi yang selama ini telah terjalin antara kedua lembaga dilakukan guna meningkatkan persepsi positif terhadap ekonomi Indonesia, memperjuangkan kepentingan Indonesia di tingkat internasional, serta meningkatkan kapasitas sumber daya di masing-masing instansi.
Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan, kerja sama tentang peningkatan diplomasi sangat penting, mengingat tantangan perkembangan ekonomi dunia yang semakin tinggi. Oleh sebab itu, peningkatan diplomasi ekonomi ini merupakan strategi utama untuk menghadapi itu.
“Kita harus ambil kesempatan yang ada. Ekonominya dunia setelah 2008 masih terus penuhi tantangan. Kita lihat bentuk kerjasama seperti ini adalah strategi utama,” ujar Agus di Gedung Pancasila Kemenlu, Jakarta, Jumat, 3 Maret 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat… Read More
Poin Penting Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen pada 2025, Bank Mandiri mencatatkan aset… Read More
Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) bersinergi dalam diskusi bertema "Peran Masjid Istiqlal di Era Transformasi Digital… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar pertemuan tahunan industri jasa keuangan yang digelar rutin untuk menyampaikan… Read More
Dengan adanya MyPanin, menegaskan komitmen PaninBank dalam menghadirkan aplikasi layanan perbankan digital yang komprehensif, nyaman,… Read More