Namun, permintaan mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesi (KAI) ini langsung direspon oleh Gubernur BI Agus DW Martowardojo. Menurut Agus, perbankan pelat merah selama ini tidak mengambil untung lebih dari penyaluran bansos pemerintah. Meski begitu, sejatinya bank tetap harus mengeluarkan biaya untuk pemeliharaan sistem transaksi bansos nontunai. “Jadi kalau dibuat terlalu merugi, nanti tidak sustainable,” tegas mantan Menteri Keuangan tersebut.
Di tempat yang sama Direktur Program Elektronifikasi dan Inklusi Keuangan BI Pungky Purnomo Wibowo menambahkan, bahwa selama ini keuntungan yang diperoleh dari bank atas penyaluran bantuan sosial hanya berasal dari dana para pemilik KKS yang mengendap.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, bank boleh saja mendapatkan keuntungan dari peyaluran bansos secara nontunai tersebut, asal sesuai dengan margin yang wajar. BI pun meyakini, meskipun Himbara merugi, namun kapasitas perbankan pelat merah dari sisi ekonomi tidak akan mengalami masalah yang signifikan. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Oleh Awaldi, Pemerhati SDM Bank dan Consulting Director Mercer Indonesia SEJAK akhir tahun kemarin, Otoritas… Read More
Poin Penting Penerimaan pajak hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun, tumbuh 30,8 persen yoy,… Read More
Poin Penting Mochamad Andy Arslan Djunaid resmi mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT Asuransi… Read More
Poin Penting IHSG menguat tipis 0,30 persen ke level 8.146,71 dengan nilai transaksi Rp25,74 triliun… Read More
Poin Penting Perusahaan didorong merombak arsitektur data center agar lebih cepat, simpel, fleksibel, efisien, aman,… Read More
Poin Penting Ekonomi RI 2025 diproyeksi tumbuh 5,07 persen yoy, lebih tinggi dari realisasi 2024… Read More