Namun, permintaan mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesi (KAI) ini langsung direspon oleh Gubernur BI Agus DW Martowardojo. Menurut Agus, perbankan pelat merah selama ini tidak mengambil untung lebih dari penyaluran bansos pemerintah. Meski begitu, sejatinya bank tetap harus mengeluarkan biaya untuk pemeliharaan sistem transaksi bansos nontunai. “Jadi kalau dibuat terlalu merugi, nanti tidak sustainable,” tegas mantan Menteri Keuangan tersebut.
Di tempat yang sama Direktur Program Elektronifikasi dan Inklusi Keuangan BI Pungky Purnomo Wibowo menambahkan, bahwa selama ini keuntungan yang diperoleh dari bank atas penyaluran bantuan sosial hanya berasal dari dana para pemilik KKS yang mengendap.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, bank boleh saja mendapatkan keuntungan dari peyaluran bansos secara nontunai tersebut, asal sesuai dengan margin yang wajar. BI pun meyakini, meskipun Himbara merugi, namun kapasitas perbankan pelat merah dari sisi ekonomi tidak akan mengalami masalah yang signifikan. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa membatasi seluruh pengajuan anggaran baru demi menjaga kesehatan APBN.… Read More
Poin Penting Baleg DPR menilai penghapusan pensiun seumur hidup sebagai langkah adil dan transparan. Kebijakan… Read More
Poin Penting Libur Program MBG selama Idul Fitri memberi efisiensi anggaran negara. Distribusi terakhir MBG… Read More
Poin Penting Pemerintah dan dunia usaha menyiapkan langkah antisipasi terkait isu dumping dan tenaga kerja… Read More
Poin Penting BGN menindak pelanggaran SOP program MBG, mayoritas berupa penghentian sementara operasional. Mulai dari… Read More
Poin Penting Bank Muamalat dan BMM memberikan santunan untuk 2.026 anak yatim, perlengkapan salat, dan… Read More