BI: Permintaan Domestik Pacu Pertumbuhan Ekonomi 2018 Tetap Kuat
Jakarta – Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya atau BI 7-day Repo Rate di level 5%. Suku bunga acuan yang ada saat ini dianggap sudah mencerminkan laju inflasi yang terus terjaga.
Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Analis PT Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta dalam risetnya di Jakarta, Kamis, 20 Oktober 2016. Menurutnya, BI berpeluang untuk mempertahankan suku bunga acuannya di Oktober ini.
“BI 7-day Repo Rate diperkirakan tetap di 5% walaupun di awal tahun depan peluang turun tetap terbuka,” ujar Rangga Cipta.
(Baca juga : BI 7-day Repo Rate Turun 1,5%, Bunga Kredit Baru 0,6%)
Dia menilai, pengumuman Rapat Dewan Gubernur (RDG-BI) terkait keputusan BI 7-day Repo Rate sangat ditunggu oleh pasar. Pasalnya, keputusan Bank Sentral akan mempengaruhi laju nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
Namun demikian, laju rupiah masih berpeluang menguat, sejalan dengan kondisi dollar index yang terus turun serta harga komoditas yang menguat. Terlebih, dalam survei, calon presiden Hillary Clinton yang unggul atas rivalnya akan memberikan sentimen positif.
“Rupiah terus menguat bersamaan dengan kurs di Asia sejalan dengan berkurangnya sentimen negatif di pasar global. Keunggulan Clinton pagi ini bisa terus mendorong penguatan kurs di Asia. Tetapi fokus juga terbagi ke ECB meeting dan RDG BI hari ini,” ucapnya. (*)
Poin Penting PT Sinar Mas Multifinance resmi mengusung identitas baru SIMASFIN untuk menyatukan berbagai nama… Read More
Poin Penting ADRO menggunakan kurs tengah BI per 2 Januari 2026 sebesar Rp16.720 per dolar… Read More
Poin Penting Adira Finance akan menggelar RUPSLB pada 27 Januari 2026 dengan recording date 2… Read More
Poin Penting Emas tetap krusial bagi ketahanan ekonomi negara, berfungsi sebagai pelindung nilai dari inflasi,… Read More
Poin Penting Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menilai konflik geopolitik AS–Venezuela berpotensi mendorong kenaikan harga minyak… Read More
Poin Penting Pelaporan SPT via Coretax tembus 20.289 SPT hingga 5 Januari 2026 pukul 15.37… Read More