News Update

BFI Finance (BFIN) Bocorkan Potensi Pembagian Dividen 2025, Bisa Tembus 75 Persen

Poin Penting

  • BFI Finance bocorkan dividen payout mendekati 60%, berpotensi naik hingga 75% setelah persetujuan RUPS.
  • Hingga September 2025, laba bersih Rp1,2 triliun, total aset Rp25,4 triliun, piutang pembiayaan Rp26 triliun, pembiayaan baru Rp16,4 triliun.
  • NPF bruto 1,55%, neto 0,26%, ROA 7,7%, ROE 14,7%, gearing ratio 1,2x, struktur pendanaan dan likuiditas terjaga.

Jakarta - PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN) kembali akan membagi dividend payout (pembayaran dividen) atas kinerja sepanjang 2025. Adapun besaran dividen tersebut tak jauh berbeda dengan besaran dividen yang dibayarkan perseroan tahun lalu.

Direktur Keuangan BFI Finance, Sudjono mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan besaran dividend payout yang akan dibagikan perusahaan. Hal ini lantaran harus mendapatkan persetujuan dari rapat umum pemegang saham (RUPS).

“Kami belum bisa tentukan dividend payout karena itu subjek kebutuhan shareholder. Tapi sebagai acuan, kami tahun lalu sudah meningkatkan dividend payout itu mendekati 60 persen,” jelasnya, di Jakarta, Jumat, 28 November 2025.

Namun tak menutup kemungkinan, besaran dividend payout tahun ini akan meningkat hingga 75 persen dengan dan atas persetujuan dari pemegang saham.

Baca juga: Jurus Adira Finance Perluas Pembiayaan Prudent di Tengah Persaingan Bisnis Multifinance

Sebagai informasi, BFIN secara konsisten membagikan dividen sebesar Rp28 per saham, atau total sekitar Rp421,1 miliar setiap tahunnya. Dividen tersebut selalu dibayarkan pada Desember setiap tahunnya.

Kinerja Keuangan dan Aset BFI Finance

Sementara itu, hingga akhir September 2025, BFI Finance mencatatkan laba bersih Rp1,2 triliun. Adapun total aset mencapai Rp25,4 triliun, naik 5,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Total piutang pembiayaan yang dikelola mencapai Rp26 triliun, tumbuh 13 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Realisasi pembiayaan baru Januari-September 2025 tercatat Rp16,4 triliun atau meningkat 15,2 persen yoy.

Baca juga: Piutang Multifinance Tembus Rp507,14 Triliun di September 2025

Dari sisi portofolio, komposisi piutang pembiayaan BFI Finance didominasi oleh segmen berjaminan mobil sebesar 51,1 persen, diikuti berjaminan motor (7,6 persen), dan pembiayaan pembelian unit mobil (17,3 persen). 

Di luar sektor otomotif, portofolio pembiayaan alat berat dan mesin tercatat 14,9 persen, berjaminan properti sebesar 5,4 persen, serta syariah dan lainnya sebesar 3,7 persen.

Penerapan Prinsip Kehati-hatian dan Rasio Keuangan Sehat

Di tengah pengembangan produk dan layanan yang dilakukan, BFI Finance tetap menunjukkan komitmen tinggi terhadap penerapan prinsip kehati-hatian. Rasio Non- Performing Financing (NPF) Perseroan tetap terjaga di level bruto 1,55 persen dan neto 0,26 persen, jauh lebih baik dibandingkan rata-rata industri sebesar 2,51 persen per Agustus 2025 (data OJK). 

Selain itu, NPF coveragetercatat 2,5 kali dari nilai NPF bruto. Sementara di sisi permodalan, gearing ratio tetap sehat di posisi 1,2 kali, jauh di bawah batas maksimum regulasi 10 kali, dan juga lebih rendah dibandingkan rata-rata industri 2,2 kali.

Rasio yang sehat juga turut diimbangi dengan baik di sisi profitabilitas. Laba setelah pajak BFI Finance mencapai Rp1,17 triliun, tumbuh 4,7 persen yoy, dengan rasio Return on Asset (ROA) sebesar 7,7 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 14,7 persen.

Page: 1 2

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Rupiah Dibuka Melemah di Level Rp16.835 per Dolar AS, Dipicu Sentimen Global

Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,20% ke level Rp16.835 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More

32 mins ago

Bank INA Optimistis Kredit Tumbuh 15–20 Persen di 2026, Lampaui Target OJK

Poin Penting Bank INA optimistis mampu melampaui target pertumbuhan kredit 8–12 persen dari OJK dengan… Read More

56 mins ago

IHSG Kembali Dibuka Naik 0,36 Persen ke Posisi 8.425

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,36% ke level 8.425,94 dengan nilai transaksi Rp415,39 miliar dan… Read More

1 hour ago

OJK bakal Hapus KBMI 1, Bank INA Bilang Begini

Poin Penting OJK siapkan penghapusan KBMI I dan mendorong bank bermodal inti Rp3 triliun–Rp6 triliun… Read More

2 hours ago

IHSG Diprediksi Kembali Menguat, 4 Saham Ini Direkomendasikan

Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan penguatan selama bertahan di atas 8.170, dengan potensi menuju 8.440-8.503.… Read More

2 hours ago

Perjanjian RI-AS Dinilai Merugikan, Celios Layangkan 21 Poin Keberatan ke Prabowo

Poin Penting CELIOS kirim surat keberatan ke Presiden Prabowo Subianto soal perjanjian dengan Donald Trump,… Read More

10 hours ago