Poin Penting
Jakarta - PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN) kembali akan membagi dividend payout (pembayaran dividen) atas kinerja sepanjang 2025. Adapun besaran dividen tersebut tak jauh berbeda dengan besaran dividen yang dibayarkan perseroan tahun lalu.
Direktur Keuangan BFI Finance, Sudjono mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan besaran dividend payout yang akan dibagikan perusahaan. Hal ini lantaran harus mendapatkan persetujuan dari rapat umum pemegang saham (RUPS).
“Kami belum bisa tentukan dividend payout karena itu subjek kebutuhan shareholder. Tapi sebagai acuan, kami tahun lalu sudah meningkatkan dividend payout itu mendekati 60 persen,” jelasnya, di Jakarta, Jumat, 28 November 2025.
Namun tak menutup kemungkinan, besaran dividend payout tahun ini akan meningkat hingga 75 persen dengan dan atas persetujuan dari pemegang saham.
Baca juga: Jurus Adira Finance Perluas Pembiayaan Prudent di Tengah Persaingan Bisnis Multifinance
Sebagai informasi, BFIN secara konsisten membagikan dividen sebesar Rp28 per saham, atau total sekitar Rp421,1 miliar setiap tahunnya. Dividen tersebut selalu dibayarkan pada Desember setiap tahunnya.
Sementara itu, hingga akhir September 2025, BFI Finance mencatatkan laba bersih Rp1,2 triliun. Adapun total aset mencapai Rp25,4 triliun, naik 5,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Total piutang pembiayaan yang dikelola mencapai Rp26 triliun, tumbuh 13 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Realisasi pembiayaan baru Januari-September 2025 tercatat Rp16,4 triliun atau meningkat 15,2 persen yoy.
Baca juga: Piutang Multifinance Tembus Rp507,14 Triliun di September 2025
Dari sisi portofolio, komposisi piutang pembiayaan BFI Finance didominasi oleh segmen berjaminan mobil sebesar 51,1 persen, diikuti berjaminan motor (7,6 persen), dan pembiayaan pembelian unit mobil (17,3 persen).
Di luar sektor otomotif, portofolio pembiayaan alat berat dan mesin tercatat 14,9 persen, berjaminan properti sebesar 5,4 persen, serta syariah dan lainnya sebesar 3,7 persen.
Di tengah pengembangan produk dan layanan yang dilakukan, BFI Finance tetap menunjukkan komitmen tinggi terhadap penerapan prinsip kehati-hatian. Rasio Non- Performing Financing (NPF) Perseroan tetap terjaga di level bruto 1,55 persen dan neto 0,26 persen, jauh lebih baik dibandingkan rata-rata industri sebesar 2,51 persen per Agustus 2025 (data OJK).
Selain itu, NPF coveragetercatat 2,5 kali dari nilai NPF bruto. Sementara di sisi permodalan, gearing ratio tetap sehat di posisi 1,2 kali, jauh di bawah batas maksimum regulasi 10 kali, dan juga lebih rendah dibandingkan rata-rata industri 2,2 kali.
Rasio yang sehat juga turut diimbangi dengan baik di sisi profitabilitas. Laba setelah pajak BFI Finance mencapai Rp1,17 triliun, tumbuh 4,7 persen yoy, dengan rasio Return on Asset (ROA) sebesar 7,7 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 14,7 persen.
Page: 1 2
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More
Poin Penting Fitur leverage memungkinkan transaksi lebih besar dari modal, tetapi juga memperbesar potensi kerugian… Read More
Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More
Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More