Bersaing di Era Digital, Bank BRI Kedepankan Hybrid Bank

Bersaing di Era Digital, Bank BRI Kedepankan Hybrid Bank

Bersaing di Era Digital, Bank BRI Kedepankan Hybrid Bank
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Digitalisasi berkembang dengan pesat, tak terkecuali di industri perbankan. Bahkan, pandemi turut andil dalam mempercepat penerapan hal tersebut. Bank-bank terus bersaing dalam meningkatkan layanan demi memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berubah, tak terkecuali PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, (BRI).

Menurut Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI, Arga M Nugraha, hal ini perlu disikapi dengan hati-hati. Karena terdapat maturitas yang berbeda dari setiap lapisan masyarakat, misalnya antara perkotaan dan pedesaan. Ada yang sudah terliterasi dengan baik sehingga lebih mudah didorong untuk beralih ke digital, namun juga sebaliknya.

“Kami sebagai bank akan berupaya untuk membangun layanan digital yang lebih baik dan sesuai dengan variasi dari nasabah-nasabah kami. Kami percaya dengan besarnya serta tersebarnya secara geografis nasabah-nasabah kami sehingga kami tetap mengedepankan pendekatan yang kami sebut hybrid bank,” ujarnya, dalam Webinar Infobank yang bertajuk ‘A New Competitive Landscape in the Banking and Financial Sector’, Rabu, 25 Januari 2023.

Dengan pendekatan ini, ia yakin perubahan-perubahan ke arah digital telah terjadi pada nasabah BRI. Hal ini terbukti, dari data yang ia miliki, sekitar 98,41% transaksi nasabah BRI dilakukan di channel digital, sementara sisanya atau sekitar 1,59% masih dilakukan secara konvensional misalnya melalui kantor cabang, dan sebagainya.

Arga mengatakan, ada tiga fokus yang dilakukan BRI dalam menerapkan digitalisasi, yakni sustainability, governance, dan interest of our customers. “Fokus yang sama pada tiga hal ini juga harus dimiliki oleh para pelaku di bidang ini,” terangnya.

Agar ketiga hal tersebut dapat tercapai, lanjutnya, salah satu yang dilakukan Bank BRI adalah melakukan transformasi culture. Karena, aspek peoples selalu menjadi tantangan dan akan menjadi penentu utama dalam suksesnya sebuah transformasi.

“Approach kedua adalah transformasi digital. Bagaimana kita bisa menggunakan aspek digital yang kami punya untuk bisa mengembangkan produk dan services yang relevan dengan zaman dan juga bisa sesuai dengan kebutuhan nasabah yang terus menerus berubah,” tegas Arga. (*) Bagus Kasanjanu

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]