Poin Penting
- BSI mencatat 24,3 juta nasabah, dengan pertumbuhan lebih dari 200 ribu nasabah setiap bulan
- Penguatan teknologi menjadi mesin pertumbuhan BSI, dengan kapasitas sistem yang mampu menopang peningkatan transaksi dan pengguna digital
- Aktivitas digital BSI terus meningkat, tercermin dari 1 miliar akses login BYOND by BSI sepanjang 2026.
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI mencatat jumlah nasabah mencapai 24,3 juta. Pertumbuhan nasabah BSI tercatat lebih dari 200 ribu per bulan.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari investasi besar yang dilakukan perseroan dalam beberapa tahun terakhir, khususnya dalam meningkatkan kapasitas sistem teknologi informasi.
Menurutnya, penguatan teknologi menjadi kunci dalam menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih cepat, aman, dan andal bagi jutaan nasabah. Bagi BSI, teknologi telah menjadi mesin pertumbuhan bisnis.
Baca juga: Pembiayaan BSI Tumbuh 15,98 Persen jadi Rp340,09 Triliun di Kuartal II 2026
“Semakin baik pengalaman nasabah, semakin tinggi tingkat kepercayaan, semakin besar akuisisi nasabah, dan semakin luas peluang untuk mengembangkan seluruh ekosistem layanan keuangan syariah,” ucap Anggoro dalam Konferensi Pers dikutip, 23 Agustus 2026.
Anggoro menambahkan, penguatan kapabilitas teknologi telah meningkatkan kapasitas sistem BSI secara signifikan. Hal ini memungkinkan perseroan mengakomodasi pertumbuhan volume transaksi dan jumlah pengguna digital yang terus meningkat.
Fondasi teknologi yang semakin kuat juga menjadi landasan BSI untuk terus mengembangkan layanan digital melalui BYOND by BSI. Platform tersebut kini menjadi kanal utama transaksi nasabah dengan menyediakan beragam layanan perbankan syariah.
Tingginya aktivitas digital tercermin dari jumlah akses login yang mencapai 1 miliar kali sepanjang 2026.
Baca juga: BSI Bukukan Laba Rp4,15 Triliun di Kuartal II 2026, Tumbuh 11,08 Persen
Pertumbuhan tersebut sekaligus menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan BSI.
Kondisi ini membuka peluang bagi perseroan untuk terus mengembangkan bisnis melalui peningkatan dana murah, pembiayaan, transaksi digital, wealth management, bisnis emas, hingga layanan haji dan umrah.
Pengembangan bisnis tersebut diperkuat dengan kombinasi dual licence BSI sebagai bank syariah sekaligus bank emas atau bullion bank.
Kombinasi ini turut mendorong pertumbuhan nasabah yang mengakses berbagai layanan BSI melalui kanal digital. (*)
Editor: Galih Pratama


