Jakarta – Sejumlah musisi beken siap menggebrak panggung Jazz Gunung Bromo 2024 di hari kedua penyelengaraan, di Amfiteater Jiwa Jawa Bromo, Desa Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur, pada Sabtu, 20 Juli 2024.
Lalu, siapa saja line up atau penampil malam kedua Jazz Gunung Bromo 2024? Infobanknews coba merangkum profil line up untuk jama’ah Al-Jazziyah.
Vina Panduwinata & F • I • [e] • R • Y
Vina Dewi Sastaviyana Panduwinata menjadi sosok penyanyi perempuan Indonesia yang legendaris. Penyanyi Indonesia keturunan Sunda dan Minahasa, Sulawesi Utara ini dijuluki “Si Burung Camar” setelah album Burung Camar rilis tahun 1985 dan mencetak hits.
Ia telah menjalani karier yang sukses secara komersial selama 40 tahun sebagai artis solo. 14 album studio telah dirilis olehnya dari tahun 1981 hingga 2022.
Baca juga : Catat! Berikut Profil Line Up Penampil Hari Pertama Jazz Gunung Bromo 2024
Bersama F • I • [e] • R • Y, mama Ina – panggilan akrab Vina Panduwinata – memainkan kembali karya-karyanya di Jazz Gunung Bromo.
Rio Ricardo, yang menjadi Music Director dalam konser 40 tahun berkaryanya Sang Diva Indonesia, Vina Panduwinata. Bersama dengan Fajar Adi Nugroho (Bassist), Yoiqball (Drummer), dan Yankjay (Guitarist), ia membentuk F • I • [e] • R • Y.
Kelapa Muda
Kelapa Muda adalah sebuah grup band asal Bandar Lampung yang sudah berdiri sejak November 2018 dengan personil utama kakak-beradik yaitu Samuel (Bass) yang sekarang berumur 24 tahun, Josh (drum) 22 tahun & sang adik Abraham (gitar) yang sekarang berumur 19 tahun.
Tiga bersaudara ini tumbuh besar mendengarkan musisi-musisi seperti Miles Davis, Jaco Pastorius, Ahmad Jamal, dan Keith Jarret yang menginspirasi mereka untuk bermain dengan konsep baru yang segar.
Kelapa Muda akan berkolaborasi dengan teman musisi memainkan kategori genre musik jazz, seperti : funk, fusion, avantgarde, dan jazz rock.
Kartabaya Trio
Kartabaya adalah trio jazz yang anggotanya berasal dari Surakarta dan Surabaya, oleh karena itu dinamakan Kartabaya. Kartabaya Trio dibentuk oleh Alfado Jacob, bersama Elnoe Budiman (drum), dan double bassist asal Surabaya, Kevin Pieter.
Baca juga : Tampil Penuh ‘Kilau’, Elfa’s Singer Hangatkan Panggung Jazz Gunung Bromo 2024
Dikenal lebih dulu dari kompetisi jazz Indonesia, Kartabaya terus menciptakan musik untuk memajukan jazz. Merilis album perdananya yang bertajuk “Off to the East”.
Sound Kartabaya berasal dari pendekatan modern dengan akar idiom yang kokoh, dan tentunya dari perpaduan ketiga jazz-head ini yang memiliki warna tersendiri.
Noé Clerc Trio
Secret Place adalah album pertama dari Noé Clerc Trio, yang mencakup Élie Martin-Charriere, drum; Clément Daldosso, double bass; dan Noé Clerc, akordeon.
Melalui repertoar yang disusun oleh Noé Clerc. Terinspirasi oleh warisan trio jazz tradisional (piano, double bass dan drum), musik mereka beragam, mixing pengaruh yang berbeda: dari melodi tradisional, Armenia, dan Laut Hitam hingga melodi diambil dari komposer impresionis abad ke-20. Sejak didirikan pada tahun 2018.
Trio ini telah memenangkan kompetisi (Léopold Bellan in 2018, Jazz di Saint-Germain-des-Prés pada 2019), dan telah tampil secara rutin di Perancis (Sunset Sunside di Paris, Festival Jazz di Saint-Germain-des-Prés, Gare Jazz di Paris) dan luar negeri (Studio Lima di Sofia, Bulgaria).
Kuntari
Menamakan genre mereka sebagai Primal-core, KUNTARI terus-menerus bereksperimen dengan suara-suara primitif seperti membuat suara “panggilan kawin binatang” melalui Terompetnya yang dipadukan dengan berbagai macam variasi ritmis suku di Indonesia.
Musik tersebut menghasilkan suara primal perkusi dengan nuansa yang gelap, unit yang tegas dan solid dari dua individu dengan dinamika intens dari ketukan kuno yang berat.
Pertunjukan live mereka menciptakan pengalaman sonik yang organik dan liar. Setelah melakukan tur di Thailand, Taiwan, Malaysia, dan juga tampil di LUCfest Festival disambut positif di seluruh Asia.
Baru-baru ini KUNTARI menyelesaikan 12 hari dengan 12 pertunjukan mereka di Jepang dan Fuji & Sun Festival. Mereka meninggalkan jejak yang sangat besar di luar negeri.
Album KUNTARI tahun 2021 terpilih sebagai “Album Terbaik Tahun Ini” oleh Jakarta Post dan “Album Terbaik ke-2 Tahun Ini” oleh Vice pada tahun 2022. KUNTARI telah banyak berkolaborasi dengan musisi mix genre seperti Rully Shabara, Arthur Hnatek, Morgue Vanguard, Jonas Engel, Dirk Wachtelaer, Luigi Monteanni, Yuji Ishihara dan Yasushi Yoshida.
GIGI Jazz Project
Pertama kalinya GIGI menggubah aransemennya menjadi jazz untuk satu pertunjukkan penuh. Mereka mempersiapkan secara khusus untuk menyuguhkan project ini.
Melibatkan beberapa instrumen tiup untuk melengkapi komposisi untuk membawakan hits-hits GIGI yang legendaris. Ini menjadi pengalaman yang menarik menikmati GIGI Jazz Project di Jazz Gunung Bromo 2024.(*)
Editor : Galih Pratama
Jakarta - Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat, 15 November 2024,… Read More
Jakarta - PT Prudential Life Assurance atau Prudential Indonesia mencatat kinerja positif sepanjang kuartal III-2024.… Read More
Jakarta - Di era digital, keinginan untuk mencapai kebebasan finansial pada usia muda semakin kuat,… Read More
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks pembangunan manusia (IPM) mencapai 75,08 atau dalam… Read More
Jakarta - PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) hari ini mengadakan paparan publik terkait kinerja… Read More
Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan III 2024 tercatat… Read More