Poin Penting
- IHSG turun 0,14% dan kapitalisasi pasar BEI melemah ke Rp12.516 triliun.
- BBNI, EMAS, dan BREN menjadi penyumbang terbesar pelemahan IHSG pekan ini.
- Nilai dan frekuensi transaksi meningkat, namun investor asing masih mencatat net sell besar.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini, 25-27 Maret 2026, mengalami pelemahan sebanyak 0,14 persen sehingga ditutup di level 7.097,05 dari posisi 7.106,83 pada pekan sebelumnya.
Berdasarkan hal itu, kapitalisasi pasar BEI ikut mengalami penurunan sebesar 0,24 persen menjadi Rp12.516 triliun dari Rp12.547 triliun pada pekan sebelumnya.
Baca juga: IHSG Pekan Ini Ditutup Turun 0,14 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.516 Triliun
5 Saham Top Laggards IHSG
Dengan pergerakan tersebut, BEI telah merangkum lima saham yang menjadi top laggards atau saham yang mendorong penurunan gerak IHSG pada pekan ini, antara lain:
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyumbang penurunan tertinggi sebesar 15,99 poin ke IHSG, dengan harga saham yang melemah 11,16 persen
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menyumbang sebanyak 10,83 poin ke pelemahan IHSG, dengan harga saham yang turun 10,53 persen
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyumbang penurunan sebanyak 10,18 poin ke IHSG, dengan harga saham yang merosot 4,74 persen
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyumbang pelemahan sebanyak 9,43 poin ke IHSG, dengan harga saham yang turun 1,72 persen
- PT DCI Indonesia Tbk (DCII) memberikan 8,65 poin ke penurunan IHSG dan harga sahamnya melemah sebanyak 4,16 persen.
Aktivitas Perdagangan dan Aksi Asing
Di sisi lain, rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini juga menurun sebesar 4,81 persen menjadi 28,31 miliar lembar saham dari 29,74 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Namun, terjadi peningkatan pada rata-rata nilai transaksi harian BEI dengan peningkatan sebesar 15,27 persen menjadi Rp23,33 triliun dari Rp20,24 triliun pada pekan sebelumnya.
Baca juga: IHSG Ditutup Loyo ke Level 7.097, Saham RALS, IMPC, dan GWSA Jadi Top Losers
Selanjutnya, rata-rata frekuensi transaksi harian BEI meningkat sebesar 9,01 persen menjadi 1,73 juta kali transaksi dari 1,59 juta kali transaksi pada penutupan pekan sebelumnya.
Adapun investor asing pada Jumat lalu (27/3) mencatatkan nilai jual bersih Rp1,76 triliun dan sepanjang 2026 ini investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp30,88 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra










