Poin Penting
- BEI melakukan evaluasi mayor dan minor sejumlah indeks untuk periode Februari 2026, dengan perubahan konstituen berlaku efektif mulai 2 Maret 2026.
- Pada indeks ECONOMIC30, lima saham keluar yaitu ACES, ARTO, FILM, SMRA, dan SRTG, sementara lima saham baru yang masuk adalah BBYB, BKSL, HRTA, KIJA, dan NCKL.
- Periode efektif konstituen ECONOMIC30 berlangsung 2 Maret–31 Agustus 2026, sedangkan periode efektif jumlah saham penghitungan indeks berlaku 2 Maret–29 Mei 2026.
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui pengumuman No. Peng-00031/BEI.POP/02-2026 menyampaikan telah melakukan evaluasi mayor dan minor terhadap sejumlah indeks untuk periode Februari 2026. Hasil evaluasi tersebut akan berlaku efektif mulai Maret 2026.
Salah satu indeks yang mengalami evaluasi mayor adalah ECONOMIC30. Indeks ini berisi 30 saham konstituen dari sektor siklikal berdasarkan klasifikasi industri, yang memiliki likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, serta didukung fundamental perusahaan yang kuat.
Baca juga: Grab Borong Saham Superbank Rp285,5 Miliar, Kepemilikan Jadi 15,04 Persen
Konstituen Indeks ECONOMIC30
Pada evaluasi kali ini, ada lima konstituen yang keluar dari penghitungan indeks ECONOMIC30:
- PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES)
- PT Bank Jago Tbk (ARTO)
- PT MD Entertainment Tbk (FILM)
- PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)
- PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).
Sedangkan lima saham yang masuk ke dalam indeks ECONOMIC30 adalah sebagai berikut:
- PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) rasio free float 50,62 persen, jumlah lembar saham 6.690.434.022
- PT Sentul City Tbk (BKSL) rasio free float 18,88 persen, jumlah lembar saham 31.663.440.831
- PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) rasio free float 28,46 persen, jumlah lembar saham 1.310.657.679
- PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) rasio free float 55,55 persen, jumlah lembar saham 11.568.225.489
- PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) rasio free float 11,11 persen, jumlah lembar saham 7.010.254.460.
Adapun, periode efektif konstituen ECONOMIC30 tersebut akan efektif mulai 2 Maret hingga 31 Agustus 2026, sementara periode efektif jumlah saham penghitungan indeks dimulai 2 Maret hingga 29 Mei 2026. (*)
Editor: Galih Pratama










