Poin Penting
- BEI mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 31 juta, melonjak dari sekitar 7,4 juta investor lima tahun lalu
- BEI menggelar Public Expose Live 2026 pada 7–11 September, dengan 45 perusahaan tercatat yang akan memaparkan kinerja dan pengembangan usaha kepada publik secara virtual.
- Komunikasi yang jelas, akurat, dan konsisten dinilai menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan pasar modal dalam jangka panjang.
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 31 juta investor hingga saat ini. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan lima tahun lalu yang masih berada di kisaran 7,4 juta investor.
Direktur Penilaian BEI Saidu Solihin mengatakan, dari total 31 juta investor tersebut, rata-rata terdapat 1,4 juta investor saham yang aktif setiap bulannya.
“Pertumbuhan ini perlu kita syukuri, namun pada saat yang sama, semakin luas partisipasi masyarakat, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk memastikan tersedianya informasi yang dapat diakses dan dipahami oleh investor dengan beragam latar belakangan,” ucap Saidu dalam Pembukaan Public Expose Live di Jakarta, 7 September 2026.
Baca juga: BTPN Syariah Umumkan Rencana Buyback Saham Rp1 Triliun
Menurutnya, semakin besarnya jumlah investor pasar modal perlu diiringi dengan ketersediaan informasi yang transparan dan mudah dipahami. Untuk itu, BEI kembali menyelenggarakan Public Expose Live 2026 yang digelar selama sepekan, mulai 7 hingga 11 September 2026.
“Kehadiran dan kesediaan manajemen untuk berdialog memiliki arti penting dalam membangun hubungan yang baik dengan investor. Tentunya, paparan yang disampaikan diharapkan dapat memberikan gambaran yang utuh dan berimang mengenai perusahaan,” imbuhnya.
Dalam Public Expose Live 2026, sebanyak 45 perusahaan tercatat akan menyampaikan perkembangan kinerja dan pengembangan usaha kepada publik secara virtual.
Saidu menegaskan, kepercayaan merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan pasar modal Indonesia. Kepercayaan tersebut perlu terus dipelihara melalui keterbukaan informasi yang jelas, akurat, dan konsisten.
“Bagi investor, informasi menjadi dasar untuk memahami perusahaan tempat mereka menanamkan modalnya,” ujar Saidu.
Baca juga: BEI Catat 3 Saham Bank Jumbo Topang Penguatan IHSG Sepekan
Selain informasi mengenai kinerja, investor juga perlu memahami kondisi usaha, pertumbuhan, serta bagaimana manajemen mengelola risiko dan mempersiapkan perusahaan dalam menghadapi masa depan.
“Kami berharap komunikasi manajemen perusahaan tercatat dapat terus terjaga setelah kegiatan ini berakhir. Keterbukaan yang dilakukan secara konsisten merupakan bagian penting dari upaya membangun kepercayaan dalam jangka panjang,” tambahnya. (*)
Editor: Galih Pratama


