Begini Strategi Bank Saqu Akuisisi Nasabah Baru pada 2026

Begini Strategi Bank Saqu Akuisisi Nasabah Baru pada 2026

Poin Penting

  • Bank Saqu fokus meningkatkan engagement, event komunitas, promo digital, dan fitur aplikasi untuk menarik Gen Z dan milenial.
  • Jumlah nasabah tumbuh pesat sejak rebranding 2023, didukung penawaran tabungan bunga hingga 10% dan pinjaman hingga Rp30 juta.
  • Aset mencapai Rp14,42 triliun dan DPK Rp7,77 triliun per September 2025, sementara rugi bersih menyusut 31,28% secara tahunan.

Jakarta – Persaingan bank digital semakin ketat. Tiap perusahaan memerlukan strategi yang khas untuk mencari nasabah baru. Tak terkecuali PT Bank Saqu Indonesia, yang merupakan bagian dari Grup Astra.

Head of Marketing & Branding Bank Saqu, Willy Apriando, menyebut bahwa perusahaan sudah mempersiapkan sejumlah strategi untuk mengakuisisi nasabah. Salah satu yang menjadi andalan perusahaan adalah meningkatkan engagement dengan publik.

Surprisingly, customer kami yang engage dengan brand ini, angkanya juga nggak kecil. Karena, mereka merasa brand kami, Bank Saqu, itu bank yang ngobrol sama customer-nya,” kata Willy kepada Infobanknews, Kamis, 26 Februari 2026.

Baca juga: Bank Saqu Catat Lonjakan Nasabah, 40 Persen Solopreneur

Bank Saqu sendiri menyebut kalau perusahaan menargetkan nasabah-nasabah generasi Z dan milenial. Namun, bank yang dahulu bernama Bank Jasa ini tidak menutup kemungkinan nasabah yang lebih senior untuk menjadi nasabah.

Konkretnya, akuisisi dilakukan dengan beragam agenda. Misalnya, melalui program macam Solopreneur dan Sunrise Society, berbagai promo seperti di media sosial, serta kerap menjadi sponsor di acara-acara besar seperti Ideafest, Synchronize, dan Soundfest.

“Waktu kami Ideafest kemarin, kami mendapat sekitar 20 ribu visitor dalam berapa hari itu. Dan 5 ribu (visitor) visit ke booth kami, dan conversion-nya juga lumayan tinggi gitu,” ungkap Willy.

Tidak lupa, Bank Saqu mengoptimalkan fitur-fitur yang ada di aplikasi. Misalnya, dengan meluncurkan produk tabungan dengan imbal balik 10 persen, dan memberikan plafon pinjaman mencapai Rp30 juta, dengan cicilan 24 bulan.

Baca juga: Masuki Tahun Kedua, Nasabah Bank Saqu Tembus 3,2 Juta

Menurut Willy, apa yang perusahaan laksanakan saat ini merupakan investasi agar nasabah tertarik menjadi nasabah bank. Ke depan, tidak menutup kemungkinan kalau pelanggan akan memakai jasa Bank Saqu karena kemudahan yang ditawarkan.

“Sebenarnya kami anggap ini (sebagai) investasi ya. Karena, orang-orang yang tertarik menggunakan Bank Saqu, dengan menggunakan promonya, biasanya mereka lebih cenderung experience langsung brand-nya. Jadi, nggak ada promo pun, mereka juga pengen pakai,” bebernya.

Hasilnya, per 2025 lalu, nasabah Bank Saqu sudah hampir menyentuh 3,5 juta, terhitung sejak perusahaan melakukan rebranding pada 2023 lalu. Ke depan, Willy menyebut kalau akusisi nasabah akan dilaksanakan dengan agresif, namun tetap hati-hati, karena ingin memperoleh nasabah yang berkualitas dan aktif memakai produk ini.

Sekilas Kinerja Bank Saqu

Untuk diketahui, kinerja Bank Saqu hingga September 2025 terbilang positif. Aset mengalami pertumbuhan 10,35 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp14,42 triliun. Fungsi intermediasi juga tumbuh dengan baik.

Kredit naik 9,70 persen (yoy) ke posisi Rp5,46 triliun, dengan non-performing loan (NPL) gross 1,17 persen. Dana pihak ketiga (DPK) juga sudah menyentuh Rp7,77 triliun, melonjak 25,07 persen (yoy).

Baca juga: Easycash dan  Bank Saqu Resmi Kolaborasi Tingkatkan Akses Kredit Channeling

Tetapi, dikarenakan beban yang masih tinggi, Bank Saqu masih mencatat rugi bersih Rp138,63 miliar. Meski begitu, angka tersebut mengalami penyusutan 31,28 persen (yoy) dari rugi bersih per September 2024, yang berada di angka Rp181,99 miliar. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Related Posts

News Update

Netizen +62