Internasional

Begini Respons China Usai Trump Ancam Tarif Tambahan 10 Persen ke BRICS

Jakarta – China merespons pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait tarif tambahan hingga 10 persen kepada anggota BRICS.  

“Terkait kenaikan tarif AS, Tiongkok telah memperjelas posisinya lebih dari sekali. Perang dagang dan perang tarif tidak menghasilkan pemenang, dan proteksionisme tidak akan menghasilkan apa-apa,” ujar Mao Ning, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, dikutip newsweek, Rabu, 9 Juli 2025.

Lebih jauh dia mengungkapkan, BRICS tidak mencari konfrontasi dan tidak menargetkan negara mana pun setelah Presiden Trump mengancam tarif baru 10 persen.

“BRICS merupakan platform penting bagi kerja sama antarpasar negara berkembang di negara-negara berkembang,” kata Mao.

Baca juga: Rayu Trump, Indonesia Bakal Beli Produk Unggulan AS Rp500 Triliun

“BRICS menganjurkan keterbukaan, inklusivitas, dan kerja sama yang sukarela. BRICS bukan blok untuk konfrontasi, dan juga tidak menargetkan negara mana pun,” tambahnya.

Diketahui, BRICS merupakan singkatan dari Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan (South Africa). Saat ini, anggota BRICS terus bertambah. Total kini ada 11 anggota, termasuk Indonesia.

Negara yang tergabung di BRICS mewakili lebih dari 40 persen populasi dunia dan hampir seperempat produk domestik bruto (PDB) global

Ancam Tarif 10 Persen ke BRICS

Sebelumnya, Presiden Trump mengumumkan akan mengenakan tarif tambahan sebesar 10 persen pada negara mana pun yang bersekutu dengan “kebijakan anti-Amerika” dari kelompok negara berkembang BRICS.

Baca juga: Respons Sri Mulyani dan Anggito Soal RI Kena Tarif Trump 32 Persen

“Negara mana pun yang menyelaraskan diri dengan kebijakan Anti-Amerika BRICS, akan dikenakan Tarif TAMBAHAN 10 persen. Tidak akan ada pengecualian untuk kebijakan ini. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!,” kata Trump dalam sebuah posting di Truth Social seperti dilansir Reuters, Senin, 7 Juli 2025.

Trump tidak mengklarifikasi referensi “kebijakan Anti-Amerika” dalam postingannya. Ancaman tersebut diungkapkan saat negara anggota BRICS menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Rio de Jeneiro, Brazil, 6 Juli 2025. (*)

Galih Pratama

Recent Posts

OJK Beberkan 8 Aksi Percepatan Reformasi Pasar Modal RI, Apa Saja?

Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More

1 hour ago

PWI Pusat Bakal Terima Hadiah Patung Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko dari Blora

Poin Penting PWI Pusat akan menerima dua patung tokoh nasional—Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko—karya… Read More

3 hours ago

DPR Pastikan Pengganti Pimpinan OJK-BEI Bebas Afiliasi Danantara dan BUMN

Poin Penting Pengisian pimpinan OJK dan BEI dipastikan independen, tidak berasal dari pihak terafiliasi Danantara,… Read More

4 hours ago

Kredit Macet, Bisnis Gagal atau Niat Jahat? OJK Harus Berada di Depan Bank

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More

15 hours ago

KPK Mencari “Pepesan Kosong” Dana Non Budgeter-Iklan Bank BJB, Terus Berputar-putar “Dikaitkan” Ridwan Kamil-Aura Kasih

Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More

16 hours ago

Daftar Saham Top Laggards dalam Sepekan, Ada BREN, BUMI hingga MORA

Poin Penting IHSG anjlok 6,94 persen sepanjang pekan 26–30 Januari 2026 ke level 8.329,60, seiring… Read More

16 hours ago