Ilustrasi: Kantor Bukalapak. (Foto: istimewa)
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara terkait dengan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang bakal menutup layanan penjualan produk fisik di marketplace dan hanya akan berfokus pada penjualan produk virtual, seperti pulsa prabayar, token listrik, dan lainnya.
Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyatakan pihaknya telah melakukan penelaahan terhadap laporan keuangan pada periode-periode sebelumnya dan sudah melakukan pertemuan dengan pihak BUKA.
Nyoman menegaskan bahwa, BUKA tidak menutup keseluruhan bisnisnya, tetapi hanya akan menjual produk non fisik, sehingga e-commerce dari perseroan masih akan tetap berjalan.
“Dan kita juga tanyakan mengenai relevansi dana yang dihimpun. Karena tujuannya kan ada untuk pengembangan e-commerce. Ya, tentunya jadi relevan tetap dilakukan,” ucap Nyoman kepada media di Jakarta, 9 Januari 2025.
Baca juga: Usai Umumkan Tutup Lapak, Bukalapak Bakal Menghadap Menko Airlangga
Lebih lanjut, Nyoman menjelaskan, tindakan yang diambil BUKA dalam hal ini menghentikan penjualan produk fisik sebagai langkah efisiensi dari Perseroan, karena produk non fisik dinilai memberikan keuntungan lebih tinggi.
“E-commerce-nya masih ada, hanya produk atau jasa yang ditawarkan saja yang dia pilih. Jadi platformnya masih tetap ada,” tegasnya.
Adapun, pedagang di Bukalapak masih bisa mengunggah produk fisik baru hingga Kamis, 1 Februari 2025. Selanjutnya, pada 9 Februari 2025, pukul 23.59 WIB, akan menjadi waktu terakhir bagi pembeli membuat pesanan untuk sejumlah kategori produk.
Baca juga: Tutup Layanan Marketplace, Bagaimana Nasib 16,8 Juta Mitra Bukalapak?
“Kami menyarankan kepada pelapak untuk menyelesaikan pengelolaan pesanan yang masuk sebelum tanggal akhir operasional marketplace untuk menghindari pembatalan otomatis pesanan yang belum terpenuhi,” jelas Bukalapak.
Sementara itu, untuk seluruh pesanan yang belum diproses hingga 2 Maret 2025 pukul 23.59 WIB, maka akan dibatalkan otomatis oleh sistem dan dana dari pesanan yang dibatalkan tersebut akan dikembalikan kepada pembeli melalui BukaDompet. (*)
Editor: Galih Pratama
BSN bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan… Read More
Program CSR mudik bersama ini diikuti oleh sekitar 400 peserta sebagai bentuk dukungan pemerintah dan… Read More
Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More
Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More