Perbankan

Begini Jurus J Trust Bank Bidik 10 Persen Porsi KPR Nasional

Jakarta –  PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) terus menggarap kinerja lini bisnis mortgage atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan optimisme dapat membidik 10% dari total penyaluran KPR baru di industri perbankan.

Direktur Utama J Trust Bank, Ritsuo Fukadai mengatakan, pihaknya tengah membangun kemitraan dengan menggandeng pengembang-pengembang perumahan besar dengan proyek perumahan berlokasi di Jabodetabek dan beberapa kota besar lain di Indonesia termasuk di dalamnya proyek perumahan ramah lingkungan.

“J Trust Bank  telah mempersiapkan program KPR bunga rendah, mulai dari 2,95% fixed rate 1 tahun dengan syarat ketentuan berlaku,” katanya, dikutip Selasa, 21 Mei 2024.

Baca juga: J Trust Bank Sabet Penghargaan Corporate Secretary Champion 2024

Adapun tenor KPR kata dia tersedia hingga periode 30 tahun. Hal ini, sebagai bentuk dukungan J Trust Bank kepada kelompok usia milenial dan Gen Z atau first home buyer.

Sebelumnya, bank asal Jepang ini telah menyepakati kerja sama dengan PT Mentari Abadi Sentosa untuk pembiayaan kepemilikan properti melalui produk kredit pemilikan rumah (KPR) untuk proyek perumahan The First Stone. 

Fasilitas pembiayaan KPR ini merupakan salah satu optimisme J Trust Bank akan industri properti terutama dalam meningkatkan kepemilikan perumahan hijau di Indonesia. 

Dan juga bentuk mendukung masyarakat memiliki tempat tinggal yang berkualitas dan bernilai investasi yang bertumbuh.

Baca juga: Minat Beli Rumah ? J Trust Bank Sediakan KPR Kompetitif untuk Perumahan The First Stone Serpong

Sejalan dengan itu, J Trust Bank menyabet penghargaan untuk kategori “Produk KPR Inovatif” di ajang Indonesia Property & Bank Award ke-18, di Jakarta, Senin 20 Mei 2024.

Hal ini tak terlepas dari kinerja positif dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp44,02 miliar dalam Laporan Keuangan Kuartal I tahun 2024.  

Katalis dalam peningkatan kinerja tersebut dipicu oleh pertumbuhan kredit bruto sebesar Rp26,10 triliun dari sebelumnya Rp 20,05 triliun atau tumbuh 30.15 persen YoY (Year-on-Year). 

Pada perolehan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh menjadi Rp33,53 triliun dari Rp25,46 triliun atau sebesar 31,69 persen YoY pada posisi Kuartal I 2024 dibandingkan Kuartal I 2023. 

“Kami senantiasa berpegang teguh pada prinsip kehati-hatian. Kredit kami terus tumbuh dengan rasio NPL Kuartal I 2024 yang juga semakin baik. NPL net J Trust Bank berada di level 0,67 persen dengan permodalan Bank yang kuat yaitu Rasio Kecukupan Modal sebesar 13.13 persen posisi Maret 2024,” tutup Ritsuo Fukadai.

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

4 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

5 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

7 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

11 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

15 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

16 hours ago