Indeks INFOBANK15. Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Jumat, 9 Januari 2026, ditutup di zona hijau pada level 8.936,75 atau meningkat 0,13 persen dari posisi 8.925,47.
Meski demikian, mayoritas indeks domestik justru ditutup merah. IDX30 terkoreksi 0,22 persen ke level 439,50, Sri-Kehati turun 0,35 persen menjadi 382,33, dan Jakarta Islamic Index (JII) melemah 0,06 persen ke posisi 598,59. Sementara itu, indeks LQ45 masih mencatatkan kenaikan tipis 0,05 persen ke level 868,02.
Kemudian, salah satu indeks lainnya, yakni indeks INFOBANK15 yang mengukur kinerja harga 15 saham perbankan dengan faktor fundamental kuat dan likuiditas tinggi, turut mengalami pelemahan sebesar 0,44 persen ke posisi 1.013,63.
Baca juga: Sempat Sentuh Level 9.000, IHSG Sepekan Menguat 2,16 Persen
Lalu, mayoritas saham bank dalam indeks INFOBANK15 juga mengalami pergerakan yang melemah, antara lain:
Baca juga: Intip Gerak Saham Indeks INFOBANK15 Sepekan di Tengah Koreksi IHSG
Di sisi lain, beberapa saham bank berhasil mencatatkan penguatan, di antaranya:
Sementara itu, tiga saham bank lainnya bergerak stagnan, yakni PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) di level Rp1.445, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) di posisi Rp1.160, dan PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) yang parkir di level Rp1.010. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More
Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More
Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More
Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More