Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Jumat, 13 Juni 2025, kembali ditutup di zona merah ke posisi 7.166,06 setelah dibuka di level 7.204,37 atau melemah 0,53 persen.
Lebih lanjut, seluruh indeks dalam negeri juga melemah. Ini tercermin dengan IDX30 turun 0,76 persen menjadi 415,85, Sri-Kehati melemah 0,40 persen menjadi 368,38, LQ45 merosot 0,75 persen menjadi 801,81, dan JII turun 0,01 persen menjadi 503,32.
Salah satu indeks lainnya, yakni indeks INFOBANK15 yang mengukur kinerja harga dari 15 saham perbankan dengan faktor fundamental yang baik dan likuiditas perdagangan yang tinggi, ikut mengalami penurunan 0,84 persen ke posisi 1.079,93.
Baca juga: 5 Saham Pendorong IHSG Sepekan, Ada BRMS hingga BBCA
Hampir seluruh saham bank yang masuk ke dalam indeks INFOBANK15 mengalami pelemahan, di antaranya adalah:
Sementara hanya saham PT Bank PAN Indonesia Tbk (PNBN) yang menguat 4,89 persen ke level Rp1.180.
Baca juga: Mirae Asset Rekomendasikan Saham Emiten Emas Makin Berkilau, Ini Alasannya
Adapun, sisa saham lainnya stagnan, yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) di level Rp4.540, PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) pada posisi Rp1.315, dan PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) ke level Rp1.365. (*)
Editor: Galih Pratama
Oleh Mudrajad Kuncoro, Guru Besar Prodi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan Sekolah Vokasi UGM dan Penulis Buku… Read More
Poin Penting DPR meminta pemerintah memprioritaskan keselamatan WNI di Iran, menyusul eskalasi demonstrasi besar akibat… Read More
Poin Penting OJK menilai praktik jual beli kendaraan STNK only mengancam industri multifinance, karena melemahkan… Read More
Poin Penting Dirut BTN Nixon LP Napitupulu dinobatkan sebagai Bankers of The Year 2025 oleh… Read More
Poin Penting Spin off UUS menjadi BUS merupakan kewajiban sesuai POJK No. 12/2023 bagi UUS… Read More
Poin Penting Perdagangan internasional menghadapi tantangan besar, mulai dari volatilitas geopolitik, perubahan kebijakan global, hingga… Read More