Keuangan

Begini Dampak Perampingan Industri Asuransi BUMN dari Kacamata Pengamat

Jakarta – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) berencana melakukan konsolidasi besar-besaran terhadap perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk sektor asuransi. Rencana ini menuai respons beragam dari para pengamat industri.

Pengamat asuransi, Irvan Rahardjo, menyebut usulan penggabungan atau merger industri asuransi BUMN oleh Danantara memiliki dampak positif dan negatif bagi industri.

Dari sisi positif, Irvan menilai bahwa aksi merger akan membuat industri asuransi menjadi lebih besar dan kuat. Sehingga, perusahaan hasil penggabungan akan memiliki kapasitas yang lebih tinggi untuk menerima risiko pertanggungan, sekaligus menyatukan kelebihan dari masing-masing BUMN.

“Misalnya ada BUMN yang kuat di bidang Sumber Daya Manusia (SDM), ada yang kuat di bidang digitalisasi dan sebagiannya,” ujar Irvan kepada Infobanknews dikutip pada Kamis, 26 Juni 2025.

Baca juga: Siap-siap! Danantara Bakal Rampingkan 16 BUMN Asuransi, Ini Tujuannya

Ia menambahkan, industri asuransi yang terintegrasi juga berpotensi meningkatkan kapasitas akseptasi risiko jika dibandingkan kondisi perusahaan yang berdiri terpisah.

Selain itu, konsolidasi ini dinilai dapat mengurangi defisit neraca perdagangan jasa asuransi ke luar negeri, karena risiko dan premi yang sebelumnya dibayarkan ke luar negeri bisa ditahan di dalam negeri.

Irvan juga menyoroti sisi negatif dari konsolidasi tersebut. Menurutnya, dengan berkurangnya jumlah perusahaan asuransi BUMN, tingkat kompetisi dalam memberikan pelayanan terbaik akan menurun, yang pada akhirnya juga mengurangi pilihan bagi konsumen.

“Saran yang bisa diusulkan melakukan duopoli, yakni ada dua perusahaan BUMN yang dapat bersaing satu sama lain memberikan pelayanan akseptasi risiko dan melebur perusahaan asuransi yang kecil dan kurang efisien ke dalam perusahaan yang lebih sehat,” imbuhnya.

Tantangan Penyatuan Kultur

Meski membawa banyak manfaat, Irvan mengingatkan bahwa aksi merger juga menghadapi tantangan, terutama dalam hal penyatuan kultur perusahaan yang berbeda-beda menjadi satu kultur baru yang solid dan produktif.

Namun demikian, ia tetap melihat berbagai manfaat dari konsolidasi ini, antara lain peningkatan kapasitas akseptasi risiko dalam negeri, efisiensi biaya operasional melalui skala ekonomi, serta rasionalisasi jumlah karyawan dan manajemen.

Baca juga: Ini Tanggapan AAJI Terkait Perampingan Asuransi BUMN oleh Danantara

Irvan memperkirakan bahwa waktu yang ideal untuk menilai keberhasilan konsolidasi industri asuransi BUMN adalah dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun sejak merger dilakukan. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

10 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

11 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

11 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

17 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

18 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

18 hours ago