Poin Penting
- Sebelum membeli koin crypto, tentukan tujuan dan profil risiko agar pemilihan aset kripto sesuai strategi investasi
- Gunakan platform resmi dan strategi bertahap (DCA) untuk meminimalkan risiko beli di harga tinggi
- Kelola portofolio dan disiplin manajemen risiko, termasuk diversifikasi dan pengamanan akun.
Jakarta – Tahun ini, investasi aset crypto kian berkembang seiring semakin matangnya teknologi blockchain dan kian mudahnya akses ke berbagai platform perdagangan. Meski demikian, investor pemula tetap perlu memahami tahapan pembelian koin secara detail agar tidak salah langkah.
Terlebih, inovasi produk seperti tokenisasi saham dan emas berbasis blockchain semakin beragam di pasar. Sebelum memperluas portofolio ke berbagai instrumen kripto tersebut, memahami cara beli ethereum dapat menjadi langkah awal yang krusial sebelum Anda masuk lebih dalam ke instrumen kripto lainnya.
Agar tidak bingung, berikut lima cara beli koin crypto dan memulai investasi pada 2026, lengkap dengan tahapan detailnya.
Baca juga: Imbas Koreksi Harga Global, Nilai Transaksi Kripto di RI Turun
1. Pahami Tujuan Investasi dan Profil Risiko
Sebelum membeli koin apa pun, sebaiknya Anda harus menentukan tujuan investasi. Apakah Anda ingin menabung jangka panjang, mencari keuntungan jangka pendek, atau melakukan diversifikasi aset digital?
Jika Anda memiliki tujuan jangka panjang, maka Anda bisa fokus pada aset besar seperti Bitcoin dan Ethereum. Kedua aset ini memiliki fundamental kuat dan ekosistem yang luas. Namun jika Anda ingin potensi pertumbuhan lebih agresif, maka Anda bisa mempertimbangkan altcoin dengan risiko lebih tinggi.
Selain itu, tentukan juga profil risiko Anda. Jika Anda tidak nyaman dengan fluktuasi tajam, maka alokasikan dana lebih besar pada aset yang relatif stabil atau kombinasikan dengan emas crypto yang tersedia di Pintu. Dengan begitu, Anda bisa menjaga keseimbangan portofolio sejak awal.
2. Buat Akun di Platform Terpercaya dan Selesaikan Verifikasi
Langkah berikutnya adalah memilih platform yang aman dan resmi. Pastikan platform tersebut memiliki sistem keamanan berlapis, fitur yang lengkap, terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) da nada fitur edukasi untuk pemula.
Dalam proses registrasi, verifikasi sangat penting karena melindungi akun dari penyalahgunaan. Selain itu, verifikasi memungkinkan Anda menikmati limit transaksi yang lebih besar serta akses ke fitur lengkap, termasuk pembelian saham tertokenisasi dan emas crypto.
3. Lakukan Deposit Dana dan Atur Strategi Pembelian
Setelah akun aktif, selanjutnya Anda perlu melakukan deposit dana. Biasanya, Anda dapat menggunakan transfer bank atau metode pembayaran lain yang tersedia di aplikasi. Namun demikian, jangan langsung menggunakan seluruh dana untuk membeli satu aset.
Sebaiknya susun strategi pembelian terlebih dahulu. Berikut tahapan strategi pembelian yang bisa Anda lakukan, diantaranya:
Tentukan Alokasi Dana
Misalnya, Anda memiliki modal Rp5 juta maka Anda bisa membaginya menjadi:
- 50 persen untuk Bitcoin atau Ethereum
- 30 persen untuk altcoin potensial
- 10 persen untuk emas crypto
- 10 persen untuk saham tertokenisasi
Dengan pembagian seperti diatas maka Anda sudah menerapkan diversifikasi sejak awal.
Gunakan Strategi DCA (Dollar Cost Averaging)
Daripada membeli sekaligus, Anda bisa membeli secara bertahap setiap minggu atau bulan. Strategi ini membantu Anda mengurangi risiko membeli di harga puncak.
Baca juga: Tren Investasi Kripto dan Emas 2026, Mana yang Berpotensi Paling Cuan?
4. Eksekusi Pembelian dan Kelola Portofolio
Setelah menentukan strategi, maka Anda bisa memulai membeli koin yang telah Anda analisa secara fundamental maupun teknikal. Berikut tahapan teknisnya:
- Pilih aset yang ingin dibeli di aplikasi.
- Masukkan nominal pembelian (misalnya Rp500.000).
- Periksa kembali detail transaksi termasuk biaya.
- Konfirmasi pembelian
Setelah transaksi berhasil, aset akan masuk ke wallet Anda di aplikasi. Namun, langkah Anda belum selesai. Selanjutnya Anda harus mengelola portofolio secara aktif. Beberapa langkahnya dengan memantau perkembangan harga, mengevaluasi performa aset setiap bulan, menyeimbangkan kembali alokasi jika diperlukan.
Misalnya, jika crypto mengalami kenaikan signifikan, maka Anda bisa memindahkan sebagian keuntungan ke emas crypto agar portofolio lebih stabil. Selain itu, Anda juga bisa menambah saham tertokenisasi sebagai bagian dari diversifikasi global.
Keunggulan Pintu adalah kemampuannya menyediakan berbagai instrumen dalam satu ekosistem. Jadi, Anda tidak perlu berpindah aplikasi untuk mengatur strategi investasi lintas aset.
5. Simpan dengan Aman dan Terapkan Manajemen Risiko
Keamanan adalah faktor utama dalam investasi digital. Oleh sebab itu, aktifkan semua fitur keamanan seperti 2FA dan notifikasi transaksi. Selain itu, terapkan manajemen risiko berikut:
- Gunakan maksimal 10–20% modal untuk aset berisiko tinggi.
- Jangan gunakan dana darurat untuk investasi.
- Hindari keputusan impulsif saat harga turun drastis.
Jika pasar mengalami koreksi, jangan langsung panik menjual. Sebaliknya, evaluasi apakah fundamental aset masih kuat. Jika ya, Anda bisa mempertimbangkan menambah posisi secara bertahap.
Di sisi lain, jika Anda ingin perlindungan nilai, maka Anda bisa memanfaatkan emas crypto yang cenderung lebih stabil dibanding altcoin. Sedangkan saham tertokenisasi memberikan akses pada eksposur saham global melalui teknologi blockchain.
Dari penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan, dengan membeli koin crypto maka Anda bukan sekadar soal menekan tombol “beli”. Anda perlu memahami tujuan investasi, memilih platform terpercaya, melakukan verifikasi akun, menyusun strategi pembelian, serta menerapkan manajemen risiko secara disiplin. (*)









