Perbankan; Siap revaluasi aset. (Foto: Dok. Infobank)
Jakarta–PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yakin dapat mempertebal permodalannya lewat revaluasi aset. Perseroan memprediksi kenaikan Rp5,6 triliun.
“Kalau dilihat bahwa kita rencana mau ikut dalam appraisal, capital kita itu diperkirakan Rp5 triliun sampai Rp5,6 triliun. Revaluasi aset,” tukas Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja di Jakarta, kemarin.
Revaluasi aset sendiri bisa dilakukan perbankan sesuai dengan imbauan Otoritas Jasa Keuangan dan Paket Kebijakan Ekonomi Jilid V, dimana terdapat insentif yang diberikan:
– Besaran tarif khusus untuk PPh final revaluasi dari 10 persen menjadi 3 persen bila diajukan revaluasinya hingga 31 Desember 2015.
– Besaran tarif khusus untuk PPh final revaluasi menjadi 4 persen bila diajukan revaluasinya pada periode 1 Januari 2016-30 Juni 2016.
– Besaran tarif khusus untuk PPh final revaluasi menjadi 6 persen bila pengajuan revaluasinya 1 Juli 2016-31 Desember 2016.
Jahja menjelaskan, bila revaluasi aset dilakukan maka rasio kecukupan modal (CAR) BCA akan naik ke level 20%. Sehingga bisa mendukung ekspansi bisnis di penyaluran kredit.
“Jadi modal cukup dari cash flow LDR sekarang LFR 78 persen jadi likuiditas itu kita cukup. Jadi kalau keadaaan ekonomi baik tahun depan 12 sampai 13 persen tahun depan bisa kita tumbuh,” tutur Jahja.
Namun demikian. lanjutnya, BCA menetapkan target pertumbuhan kredit konservatif di bawah 10% pada 2016. (*) Paulus Yoga
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More