Teknologi

BCA Beberkan Sederet Manfaat Penggunaan Teknologi AI, Apa Saja?

Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengungkapkan peran penting artificial intelligence (AI) terhadap operasional perusahaan.

Lily Wongso, EVP Of Enterprise IT Architecture Data Management & Service Quality Group BCA, menjelaskan banyak dampak dari pemanfaatan AI di BCA.

Yang pertama adalah membantu mengurangi waktu bertransaksi di ATM sebesar 0,28 menit. Teknologi AI yang digunakan BCA adalah machine learning.

Lily berujar, periode downtime ATM atau waktu di mana mesin tidak dapat digunakan menurun sebesar 33 persen secara year on year (yoy) dari Maret 2024 hingga Maret 2025. Ini sangat membantu dalam efisiensi waktu, tenaga, dan biaya.

Baca juga: OJK Ingatkan Bahaya Ini Mengintai di Tengah Masifnya Implementasi AI

“Dengan menggunakan model machine learning, kita bisa memprediksi, mengumpulkan dan mengirim (orang ke ATM) per area. Dan itu akhirnya kita bisa meminimalkan downtime juga,” terang Lily di acara IBM Tech Innovation Experience bekerja sama dengan Infobank Institute di Jakarta, Selasa, 20 Mei 2025.

Kedua, masih dari mesin ATM. Kata Lily, AI mampu mengurangi fulfillment loss atau waktu yang hilang dalam memenuhi permintaan uang tunai dari nasabah melalui mesin ATM sebesar 48 persen (yoy). Jumlah potensi transaksi yang hilang menggunakan mesin CRM juga menurun 57 persen (yoy), lagi-lagi berkat bantuan machine learning.

Selain di mesin ATM, Lily menjelaskan teknologi AI membantu tim BCA untuk mengurangi biaya kirim seperti logistik atau kartu ke kantor cabang sebesar 53 persen (yoy). AI membantu mereka untuk memprediksi kapan harus mengirimkan kebutuhan ke kantor cabang.

“Kami juga melakukan forecasting. Misalnya, kapan kami perlu taruh kartu-kartu di kantor cabang. Nah, ini biaya kami yang turun pasti saja delivery cost-nya,” ujarnya.

Baca juga: Teknologi Data Streaming Tingkatkan Kinerja dan Efisiensi Perbankan

Yang keempat adalah meningkatkan efisiensi dan menurunkan waktu kerja di kantor pusat sebesar 39 persen. Ada juga pemanfaatan AI seperti melakukan review terhadap customer service BCA, menggunakan Voice to Text Quality Monitoring Tool (VT QMT).

Selanjutnya, BCA menggunakan AI untuk melaksanakan Optical Character Recognition (OCR). Lily berujar, OCR yang dimaksud bisa berupa mengurus dokumen atau proses e-KYC.

“OCR ini kita pakai untuk proses automated data entry, seperti document processing, terutama untuk KYC. Nah, ini dari total yang di-hit sudah mencapai 52 juta kali, dengan efisiensi 97 persen,” jelas Lily. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Galih Pratama

Recent Posts

PWI Pusat Bakal Terima Hadiah Patung Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko dari Blora

Poin Penting PWI Pusat akan menerima dua patung tokoh nasional—Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko—karya… Read More

1 min ago

DPR Pastikan Pengganti Pimpinan OJK-BEI Bebas Afiliasi Danantara dan BUMN

Poin Penting Pengisian pimpinan OJK dan BEI dipastikan independen, tidak berasal dari pihak terafiliasi Danantara,… Read More

14 mins ago

Kredit Macet, Bisnis Gagal atau Niat Jahat? OJK Harus Berada di Depan Bank

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More

12 hours ago

KPK Mencari “Pepesan Kosong” Dana Non Budgeter-Iklan Bank BJB, Terus Berputar-putar “Dikaitkan” Ridwan Kamil-Aura Kasih

Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More

12 hours ago

Daftar Saham Top Laggards dalam Sepekan, Ada BREN, BUMI hingga MORA

Poin Penting IHSG anjlok 6,94 persen sepanjang pekan 26–30 Januari 2026 ke level 8.329,60, seiring… Read More

12 hours ago

BSI Gandeng Kadin Dorong UMKM Naik Kelas

Poin Penting BSI menggandeng Kadin untuk mendorong UMKM lokal naik kelas melalui sinergi pembiayaan, pembinaan,… Read More

12 hours ago