News Update

Batas Minimum RTGS Direvisi, Ini Penjelasan Gubernur BI

Jakarta–Bank Indonesia (BI) telah menurunkan batas minimum (capping) transfer dana melalui Sistem Bank Indonesia-Real Time Gross Settlement (RTGS) menjadi Rp100 juta dari Rp500 juta per transaksi yang sudah dimulai sejak 1 Juli 2016.

Revisi terhadap pembatasan transaksi nontunai yang menggunakan RTGS ini bertujuan agar transfer dana di atas Rp100 juta dapat sesuai peruntukkannya. Karena besaran di atas Rp100 juta sudah dikategorikan sebagai dana nonritel. Sedangkan ritel diarahkan ke Sistem Kliring Nasional BI (SKNBI).

“Jadi RTGS itu ada diatur supaya pembayaran bisa dilakukan dengan cara RTGS, bisa dilakukan dengan cara SKNBI (Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia). jadi sistem kliring nasional maupun RTGS itu diterimanya sama-sama tepat waktu,” ujar Agus di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 11 Juli 2016.

Menurut Agus, penurunan batas minimum transfer dana melalui Sistem BI-RTGS ini, juga diarahkan agar dapat selaras dengan ketentuan yang berlaku. “Jadi seharusnya ini selaras, kalau jumlah tertentu ke atas pake RTGS dan jumlah yang di bawah jumlah tertentu pake SKNBI,” tukasnya.

Namun demikian, kata dia, bank sentral belum memiliki rencana untuk menambah frekuensi waktu dalam sistem SKNBI. Menurutnya, saat ini pengiriman baru dapat dilakukan dengan batasan waktu lima kali dalam sehari. “Jadi yang penting adalah memahami instrumennya,” ucap Agus.

RTGS merupakan sistem transfer dana elektronik yang penyelesaian setiap transaksinya dilakukan dalam waktu seketika. Sebelumnya BI mematok dana transfer minimum Rp100 juta untuk RTGS. Namun, pada 16 November 2015, batas dana minimum RTGS dinaikkan menjadi Rp500 juta.

Sejak November 2015 hingga Juni 2016, terjadi perpindahan 24 ribu transaksi dari RTGS ke kliring. Artinya, sebanyak 24 ribu transaksi itu senilai Rp100 juta sampai Rp500 juta. Tentu, hal tersebut cukup berisiko karena sistem kliring ditujukan untuk dana ritel. Sedangkan dana di atas Rp100 juta dinilai BI bukan sebagai dana ritel. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Tandatangani Kerja Sama, Pemkab Serang Resmi Pindahkan RKUD ke Bank Banten

Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More

5 hours ago

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

6 hours ago

BTN Salurkan KUR Rp2,72 Triliun hingga Maret 2026, Perkuat Beyond Mortgage

Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More

6 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

7 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

7 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

7 hours ago