Menurut BI, implementasi GWM Averaging ini sebagai langkah lanjutan dari Reformulasi Kerangka Operasional Kebijakan Moneter dalam meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter.
Kebijakan ini juga sesuai dengan standar internasional. Pengalaman di berbagai negara menunjukkan bahwa sistem GWM Rata-Rata ternyata mampu memberikan fleksibilitas dan meningkatkan efisiensi pengelolaan likuiditas bank (Liquidity Management Instrument) dan mengurangi volatilitas suku bunga di pasar uang (Interest Rate Buffer).
Baca juga: GWM Averaging Kurangi Risiko Pengetatan Likuiditas
Penerapan GWM Rata-Rata membuka ruang bagi bank untuk meningkatkan kemampuan dan efisiensi pengelolaan likuiditas. Bank dapat memanfaatkan fleksibilitas likuiditas tersebut untuk penempatan sementara pada instrumen pasar uang sehingga akan semakin mendorong pendalaman pasar keuangan yang merupakan salah satu program strategis BI.
Implementasi GWM Rata-Rata juga dapat menopang stabilitas suku bunga operasional (PUAB overnite) berada di kisaran suku bunga kebijakan 7-Days (Reverse) Repo Rate sebagai sasaran operasional kebijakan moneter dan sekaligus mendorong pendalaman pasar keuangan. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Prabowo memperingatkan eskalasi konflik global, khususnya yang melibatkan senjata nuklir, berisiko memicu Perang… Read More
Poin Penting Tekanan pasar terkonsentrasi pada saham terdampak kebijakan MSCI dan percepatan reformasi OJK, sementara… Read More
Poin Penting Danantara aktif sebagai investor pasar saham Indonesia dan menilai valuasi saham domestik masih… Read More
Poin Penting Allianz mencatat klaim asuransi di Bali mencapai Rp22 miliar sepanjang 2025, didominasi kerusakan… Read More
Poin Penting HSG ambruk 4,88 persen ke level 7.922,73 pada perdagangan 2 Februari 2026, dengan… Read More
Poin Penting Harga beras naik di seluruh tingkat pada Januari 2026, baik di penggilingan, grosir,… Read More