Poin Penting
- Bank Sinarmas mendorong ekonomi sirkular lewat pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk dan media tanam
- Agroforestri menggabungkan pemulihan lingkungan dengan pengembangan komoditas bernilai ekonomi
- Program diarahkan menciptakan nilai tambah dari sumber daya lokal sekaligus membuka peluang pendapatan masyarakat.
Jakarta – PT Bank Sinarmas mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan sumber daya lokal menjadi bagian dari aktivitas produktif masyarakat.
Pendekatan tersebut salah satunya diterapkan melalui program Tanam dan Adopsi Pohon yang mengintegrasikan pengelolaan limbah organik dengan pengembangan tanaman produktif.
Program yang digelar dalam rangka HUT ke-37 Bank Sinarmas tersebut dilaksanakan di Desa Taro, Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali, dan Desa Sukajaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Berbeda dari sekadar aktivitas penanaman pohon, program ini menggunakan pendekatan agroforestri dengan memadukan tanaman kayu untuk fungsi ekologis dengan tanaman bernilai ekonomi, seperti kopi dan buah-buahan.
Baca juga: DPLK Sinarmas Asset Management Resmi Meluncur, Bidik 20 Ribu Peserta pada 2028
Skema tersebut memungkinkan pemulihan ekosistem berjalan beriringan dengan penciptaan potensi pendapatan bagi masyarakat.
Direktur Utama Bank Sinarmas, Frenky Tirtowijoyo, menyampaikan, melalui Tanam dan Adopsi Pohon, pihaknya ingin memastikan keberlanjutan tidak berhenti pada penanaman, tetapi berlanjut hingga pohon tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.
“Program ini untuk mendukung rehabilitasi ekologis, memperkuat ekonomi masyarakat, sekaligus mendorong ketahanan pangan yang berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat,” jelas Frenky dikutip 24 Agustus 2026.
Aspek ekonomi sirkular juga terlihat dari pemanfaatan limbah peternakan dan sampah organik setempat. Bahan tersebut diolah menjadi media tanam dan pupuk dengan teknologi Konsorsium Mikroorganisme Lokal (MOL), sehingga limbah dapat kembali masuk ke dalam siklus produksi.
Model tersebut membuka peluang terciptanya nilai tambah dari sumber daya yang sebelumnya tidak termanfaatkan.
Selain mengurangi limbah, pemanfaatan bahan lokal dapat menekan kebutuhan input dari luar sekaligus mendukung produktivitas tanaman.
Sementara itu, tanaman produktif seperti kopi dan buah-buahan memberikan potensi manfaat ekonomi dalam jangka panjang. Di sisi lain, tanaman kayu berperan dalam menjaga kualitas lingkungan melalui pencegahan erosi, pengelolaan siklus air, penyerapan karbon, dan pemulihan keanekaragaman hayati.
Melalui konsep adopsi, Bank Sinarmas juga memberikan dukungan terhadap pemeliharaan tanaman setelah penanaman. Dengan demikian, program tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diarahkan pada keberlanjutan aset produktif dan ekologis yang dibangun.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari penerapan prinsip keuangan berkelanjutan Bank Sinarmas sebagaimana diatur dalam POJK No. 51/POJK.03/2017.
Baca juga: Bank Sinarmas Luncurkan Reksa Dana STAR Fixed Income 4, Perluas Pilihan Investasi Nasabah
Fokusnya tidak semata pada aspek lingkungan, tetapi bagaimana pengelolaan sumber daya dapat menghasilkan manfaat ekonomi dan meningkatkan kemandirian masyarakat.
Dengan menghubungkan pengelolaan limbah, pertanian produktif, dan pemulihan lingkungan dalam satu ekosistem, Bank Sinarmas menempatkan ekonomi sirkular sebagai salah satu pendekatan untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih efisien dan berkelanjutan. (*)


