Poin Penting
- Sunrise Society Vol. 5 di Bogor digelar Bank Saqu dengan konsep Footgolf Fun Match yang memadukan olahraga, komunitas, dan gaya hidup aktif
- Bank Saqu menjadi bank pertama di Indonesia yang menghadirkan footgolf bersama Federasi Footgolf Indonesia untuk memperluas komunitas olahraga ini
- Sejak 2025, Sunrise Society telah melibatkan 2.000+ peserta dalam berbagai olahraga, memperkuat ruang interaksi komunitas yang sehat dan berkelanjutan.
Bogor – Jarum jam baru menunjukkan pukul 06.00 pagi di kawasan Bogor. Satu per satu peserta mulai berdatangan dengan antusias ke area Sunrise Society Vol. 5. Ini merupakan program community movement yang digelar Bank Saqu dengan menghadirkan Footgolf Fun Match.
Bank digital milik Astra Financial dan WeLab tersebut menghadirkan pendekatan berbeda dalam membangun kedekatan dengan komunitas: menggabungkan olahraga, interaksi sosial, dan gaya hidup aktif melalui Footgolf Fun Match.
Tim Infobanknews, yang diwakili Galih Pratama berkesempatan merasakan sensasi bermain footgolf yang memadukan olahraga sepak bola dan golf bersama Bank Saqu.
Tak sekadar menghadirkan aktivitas rekreasional, Bank Saqu juga mencatatkan diri sebagai institusi perbankan pertama di Indonesia yang menghadirkan footgolf dalam format komunitas dengan menggandeng Federasi Footgolf Indonesia.
Baca juga: Inovasi Berkelanjutan Bank Saqu Dampingi Perjalanan Solopreneur hingga Entrepreneur
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas eksposur olahraga tersebut di tengah tren active lifestyle yang kian tumbuh di masyarakat urban.
“Melihat semangat para early risers yang berpartisipasi pada Sunrise Society Vol.5 menjadi hal yang sangat berarti, karena ini bukan hanya soal bangun lebih pagi tetapi juga tentang memulai hari dengan energi yang baik untuk membangun koneksi yang bermakna,” ujar Willy Apriando, Head of Corporate Communication & Marketing Bank Saqu.
Ia menambahkan, footgolf dinilai selaras dengan semangat active lifestyle dan pendekatan community-driven engagement yang dikembangkan Bank Saqu. Selain menghadirkan unsur olahraga, aktivitas ini juga membawa nilai koneksi, konsistensi, dan interaksi sosial yang kuat.
“Kami ingin terus menghadirkan pengalaman komunitas yang relevan, fun, dan berdampak positif bagi masyarakat,” lanjutnya.
Dari sisi asosiasi olahraga, Federasi Footgolf Indonesia menyambut positif inisiatif tersebut. Ketua Umum Federasi Footgolf Indonesia, Amrit Punjabi, menilai kolaborasi ini dapat menjadi pintu masuk penting dalam memperluas basis komunitas footgolf di Indonesia.
“Kami menyambut baik kolaborasi bersama Bank Saqu dalam Sunrise Society Vol. 5 karena dapat membantu memperkenalkan footgolf kepada masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.
Sejak diluncurkan pada Juli 2025, Sunrise Society telah menjadi salah satu platform komunitas yang konsisten mempertemukan lebih dari 2.000 peserta dalam berbagai aktivitas olahraga, mulai dari lari, padel, flag football, hyrox workout, archery, pickleball, badminton, tenis, hingga kini footgolf.
Meski dikemas dalam suasana fun match nonkompetitif, penyelenggaraan Sunrise Society Vol. 5 tetap menghadirkan apresiasi bagi peserta melalui beberapa kategori penghargaan seperti Best Gross 1, Best Gross 2, Best Gross 3, Longest Drive Winner, hingga Nearest to the Pin Winner. Format ini menambah unsur kompetitif ringan tanpa menghilangkan esensi rekreasional kegiatan.
Pada dasarnya, footgolf dimainkan dengan menendang bola sepak ukuran 5 menuju lubang berdiameter sekitar 50 cm dengan jumlah tendangan sesedikit mungkin.
Baca juga: Begini Strategi Bank Saqu Akuisisi Nasabah Baru pada 2026
Olahraga tersebut mulai berkembang di Belanda sekitar 2008 dan kemudian menyebar ke berbagai negara seperti Argentina, Amerika Serikat, serta sejumlah negara Eropa.
Dengan aturan yang mengacu pada Federasi FootGolf Internasional (FIFG), permainan ini menggunakan sistem penilaian seperti golf—par, birdie, hingga eagle—dengan durasi permainan 18 hole yang umumnya berlangsung 90 hingga 120 menit.
Melalui Sunrise Society Vol. 5, Bank Saqu menegaskan konsistensinya dalam menghadirkan ruang interaksi komunitas yang tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga pembentukan kebiasaan hidup sehat dan koneksi sosial yang berkelanjutan. (*)


