Poin Penting
- Penenun asal Sumba Timur, Kornelius Ndapakamang tampil di Indonesia House Amsterdam, bawa tenun alami ke pasar global
- PT Bank Central Asia Tbk dan Perkumpulan Warna Alami dorong promosi dan jejaring ecofashion.
- Pembinaan Bakti BCA dongkrak pendapatan penenun Rp367 juta (+34 persen yoy) sekaligus lestarikan budaya.
Jakarta – Penenun asal Sumba Timur, Kornelius Ndapakamang, tampil membawa teknik pewarnaan alami khas Nusantara dalam ajang Tenun Exhibition di Indonesia House Amsterdam pada 24 April – 15 September 2026. Ini menandai langkah konkret ekspansi wastra ramah lingkungan Indonesia ke panggung global.
Melalui program Creating Shared Value (CSV), PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bersama Perkumpulan Warna Alami (WARLAMI) menghadirkan tenun berbasis pewarna alami dalam pameran yang dibuka Wakil Duta Besar RI untuk Belanda, Mariska Dwianti Dhanutirto.
Bakti BCA tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga menghadirkan pengalaman interaktif melalui talkshow dan workshop pewarnaan alami.
Baca juga: Eksplorasi Pesona Desa Wisata Bakti BCA di Belitung, dari Melihat Tarsius hingga Makan Bedulang
Kornelius sendiri dijadwalkan menggelar demo teknik pewarnaan merah dan biru khas Sumba, sekaligus memperkenalkan nilai budaya di balik proses tersebut.
Kornelius mengatakanTenun Exhibition menjadi peluang penting bagi penenun lokal untuk memperluas pasar sekaligus menjaga warisan leluhur yang ramah lingkungan. Pendampingan Bakti BCA, lanjutnya, juga mendorong inovasi produk turunan seperti busana dan tas, yang meningkatkan daya tarik serta nilai jual tenun.
“Kami bersyukur dan berterimakasih kepada Bakti BCA karena telah memasarkan tenun warna alam selain di tingkat nasional tetapi juga di tingkat internasional. Di tingkat nasional, kami juga sudah sering diajak untuk ikut expo dan bazaar. Bakti BCA telah banyak mendukung para penenun dalam menggunakan pewarna alami, yang merupakan metode pewarnaan khas warisan leluhur kami di Indonesia,” ujar Kornelius dikutip 28 April 2026.
Sementara, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menegaskan partisipasi di Amsterdam merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perseroan dalam memperkuat ekosistem tenun nasional. Selain memperluas akses pasar, program ini juga berfokus pada pelestarian budaya dan praktik produksi berkelanjutan.
Baca juga: myBCA Belitung Multisport Festival 2026 Dongkrak Ekonomi Daerah
Hera mengungkapkan, pembinaan wastra warna alam Bakti BCA yang telah berjalan di sejumlah daerah seperti Sumba Timur, Baduy, dan Sumatra Utara, menunjukkan dampak ekonomi nyata. Sepanjang 2025, tambahan penghasilan penenun tercatat lebih dari Rp367 juta atau tumbuh 34 persen secara tahunan, didorong meningkatnya tren fesyen ramah lingkungan.
Tak hanya itu, Bakti BCA juga terlibat dalam penguatan rantai pasok melalui penanaman kapas dan tanaman pewarna alami seperti indigofera, serta pembentukan koperasi untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan produksi.
“Keikutsertaan di Indonesia House Amsterdam diharapkan menjadi momentum memperkenalkan pembinaan berbasis budaya dan keberlanjutan ke pasar global,” tutup Hera. (*)




