Info Anda

Bank Raya Paparkan Kinerja 2025, Transformasi Bank Digital Kian Menguat

Poin Penting

  • PT Bank Raya Indonesia Tbk mencatat penyaluran kredit digital Rp28,75 triliun pada 2025 atau tumbuh 39,8% (yoy), dengan total kredit mencapai Rp7,72 triliun.
  • Tabungan digital tumbuh 66,7% menjadi Rp2,20 triliun, seiring peningkatan transaksi Aplikasi Raya yang mencapai 4,7 juta transaksi.
  • Bank Raya menargetkan porsi kredit digital mendominasi portofolio kredit pada 2026, sejalan dengan strategi transformasi bank digital di ekosistem Bank Rakyat Indonesia Group.

Jakarta - PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) sebagai bank digital, terus mempertegas fokusnya pada transformasi digital dan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan dengan mengoptimalkan sinergi di dalam ekosistem BRI Group.

Di tengah dinamika ekonomi global yang masih menantang, Bank Raya telah berhasil menjalankan langkah transformasi digital yang ditopang oleh pertumbuhan bisnis digital melalui inovasi di Aplikasi Raya yang tecermin pada aspek penyaluran kredit maupun penghimpunan dana pihak ketiga.

Pencapaian ini menunjukkan bahwa Bank Raya masih memiliki ruang pertumbuhan yang baik di tengah meningkatnya kebutuhan nasabah untuk bertransaksi digital.

Pencapaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan yang merata di segmen bisnis digital sejalan dengan upaya Bank Raya sebagai digital attacker BRI Group yang mengambil peran dalam percepatan ekonomi digital di Indonesia.

Terbukti dari laporan keuangan konsolidasian audited per 31 Desember 2025 yang  mencatatkan penyaluran kredit digital sebesar Rp28,75 triliun atau tumbuh 39,8% (yoy), sehingga mendorong pertumbuhan signifikan outstanding kredit digital Bank Raya mencapai Rp3,07 triliun atau tumbuh sebesar 33,9% (yoy), sehingga menopang secara keseluruhan total kredit sebesar Rp7,72 triliun atau tumbuh 8,3% (yoy).

Meningkatnya penyaluran kredit ini juga berdampak pada pertumbuhan pendapatan bunga pada 2025 sebesar 14,0% (yoy) menjadi sebesar Rp1,19 triliun dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp1,05 triliun. Saat ini porsi kredit digital telah mencapai 39,8% dari total kredit meningkat dari 32,1% pada akhir 2024. Pada 2026 ini, Bank Raya menargetkan porsi kredit digital akan mendominasi total portfolio kredit.

Baca juga: Bank Raya Raih Indonesia Popular Digital Product Awards 2026, Perkuat Posisi Bank Digital Pilihan Nasabah

Di sisi simpanan, Bank Raya mencatatkan pertumbuhan digital saving sebesar Rp2,20 triliun atau tumbuh 66,7% (yoy), yang diimbangi dengan peningkatan transaksi Aplikasi Raya 16,3% (yoy) dan mencapai 4,7 juta transaksi.

Bank Raya juga terus berfokus untuk mengembangkan basis dana CASA melalui ekspansi tabungan digital, sehingga pada 2025 rasio CASA tercatat 33,62% tumbuh dibandingkan 2024 yaitu 27,50%.

Berbagai pengembangan inovasi yang dilakukan pada 2025 seperti inovasi fitur digital saving yang sesuai kebutuhan nasabah turut mendukung peran Bank Raya dalam mendigitalisasi lebih dari 1 juta nasabah termasuk komunitas dan pelaku usaha di Indonesia yang menjadi penggerak ekonomi nasional.

Ida Bagus Ketut Subagia Direktur Utama Bank Raya mengatakan, pertumbuhan ini mencerminkan fokus perusahaan pada strategi pertumbuhan bisnis digital berkualitas.

"Kami optimis bisnis digital terus memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan. Di tengah dinamika global, kami selalu berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental sebagai bukti keberhasilan kami bertransformasi menjadi bank digital,” katanya.

Inovasi Produk Digital di Lini Bisnis Utama

Sebagai bagian dari proses transformasi menjadi bank digital, Bank Raya aktif mengembangkan produk dan layanan perbankan untuk melayani kebutuhan transaksi perbankan masyarakat.

Melalui serangkaian inovasi yang dilakukan dalam setahun terakhir, hingga akhir Desember 2025, Bank Raya telah menghadirkan lebih dari 111 fitur pada Aplikasi Raya yang relevan dengan kebutuhan nasabah.

Bagus menambahkan “Kami terus mendorong upaya perluasan adopsi Aplikasi Raya di masyarakat melalui serangkaian langkah literasi keuangan melalui berbagai channel, maupun promo-promo menarik yang mendorong minat masyarakat dalam menggunakan produk dan layanan Bank Raya. Sehingga brand awareness Bank Raya terus meningkat.”

Bank Raya terus meningkatkan inovasi teknologi yang dikembangkan di Aplikasi Raya. Sebagai driver pertumbuhan digital saving, Bank Raya menginisiasi  kemudahan pengelolaan keuangan melalui berbagai fitur Saku di Aplikasi Raya.

Agar dapat memperluas target market, Bank Raya mengembangkan Fitur Uang Saku untuk membantu pengelolaan dan pemantauan keuangan anak sejak dini, orang tua dapat mengontrol pengeluaran anak, mengawasi, dan mengevaluasi kebiasaan finansial anak.

Baca juga: Cara Bank Raya Dukung Akselerasi Ekonomi Digital di Indonesia

Akhir 2025, Bank Raya telah meluncurkan fitur Kartu Digital Debit Visa yang melengkapi fitur pembayaran di Aplikasi Raya. Bertujuan agar nasabah dapat bertransaksi di jaringan merchant online Visa domestik dan internasional, baik transaksi pada e-commerce, platform transportasi online, dan berbagai platform online lainnya di dalam maupun di luar negeri.

Pengembangan inovasi lainnya pada 2025 yang bertujuan untuk meningkatkan transaksi adalah fitur Tagih Uang sebagai pengembangan Saku Bareng, yang memudahkan komunitas dalam mengelola uang bersama dengan jumah anggota dapat mencapai hingga 300 orang.

Bahkan fitur-fitur Saku Bareng dapat digunakan dengan mudah oleh pengelola apartemen, kelompok RT/RW ataupun komunitas/grup lainnya yang menggunakan konsep pengelolaan uang yang berasal dari iuran anggota untuk kepentingan bersama.

Page: 1 2 3

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Wacana Pemotongan Gaji Pejabat Diminta jadi Gerakan Disiplin Fiskal Nasional

Poin Penting Anggota Komisi II DPR RI Ali Ahmad menilai wacana pemotongan gaji pejabat yang… Read More

6 mins ago

Bank Maspion Kantongi ‘Dana Segar’ USD285 Juta dari KBank, Perkuat Likuiditas Kredit

Poin Penting PT Bank Maspion Indonesia Tbk memperoleh fasilitas pinjaman USD285 juta dari KASIKORNBANK Public… Read More

14 mins ago

IHSG Jelang Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri Ditutup Naik 1,60 Persen ke Level 7.106

Poin Penting IHSG ditutup menguat 1,20 persen ke level 7.106,83 pada perdagangan Selasa (17/3), menjelang… Read More

19 mins ago

Survei Amar Bank Sebut 87 Persen Responden Alami Kenaikan Pengeluaran di Periode Lebaran

Poin Penting Survei Amar Bank terhadap 1.600 responden menunjukkan 87 persen masyarakat mengalami kenaikan pengeluaran… Read More

50 mins ago

Gerak Saham Bank Jumbo usai Investor Asing Lakukan Net Sell

Poin Penting Investor asing melakukan net sell besar pada saham bank jumbo, dipimpin BBCA Rp400,11… Read More

1 hour ago

BI: Kredit Perbankan Tumbuh 9,37 Persen di Februari 2026

Poin Penting Bank Indonesia mencatat kredit perbankan tumbuh 9,37 persen (yoy) pada Februari 2026, sedikit… Read More

1 hour ago