Poin Penting
- Bank Raya menghadirkan fitur Uang Saku untuk mendorong literasi dan kebiasaan pengelolaan keuangan anak sejak dini dalam lingkungan keluarga.
- Fitur Uang Saku memungkinkan pengawasan orang tua terhadap transaksi anak melalui Aplikasi Raya, termasuk pemantauan dan pengelolaan saldo secara fleksibel.
- Kinerja digital Bank Raya terus tumbuh, dengan lebih dari 1,6 juta pengguna hingga September 2025 dan digital saving mencapai Rp1,75 triliun.
Jakarta – PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) melihat awal tahun ini menjadi suatu momentum psikologis bagi masyarakat untuk memperbaiki kondisi finansial, salah satunya dengan mengenalkan dan membangun kebiasaan menabung di lingkungan keluarga sejak dini.
Berdasarkan hal itu, Bank Raya mendorong adopsi fitur Uang Saku di masyarakat sebagai solusi pengelolaan keuangan anggota keluarga secara praktis dan mudah melalui berbagai sosialisasi di media sosial dan edukasi ke berbagai komunitas dan nasabah melalui Community Branch.
Direktur Bisnis Bank Raya, Kicky Andrie Davetra, mengatakan bahwa Bank Raya menegaskan pentingnya membangun pemahaman dasar tentang pengelolaan uang sejak dini sebagai fondasi menuju kemandirian finansial.
Baca juga: Bank Raya Hadirkan Fitur Uang Saku, Bantu Anak Belajar Kelola Uang Sejak Dini
Menurutnya, dengan dihadirkannya fitur Uang Saku menjadi bentuk komitmen kami dalam menyediakan layanan keuangan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga edukatif dan sesuai dengan gaya hidup digital nasabah saat ini.
“Kami berharap fitur ini dapat mendorong kesadaran finansial bagi orang tua untuk memahami pola transaksi anak, serta membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih terencana,” ucap Kicky dalam keterangan resmi dikutip, Kamis, 22 Januari 2026.
Secara rinci, fitur Uang Saku tersebut dapat digunakan oleh anak dengan pengawasan orang tua melalui Aplikasi Raya, sehingga orang tua dapat memantau, menganalisis, dan mengevaluasi kebiasaan finansial anak dalam satu aplikasi.
Dengan fitur Uang Saku, orang tua dapat membuat tabungan atau alokasi saku khusus bagi anak atau anggota keluarga yang terdaftar di Kartu Keluarga dan memiliki Kartu Identitas Anak yang berusia 10-16 tahun.
Melalui fitur ini, anak memiliki ruang belajar finansial yang aman dan tetap berada dalam pengawasan orang tua, selain itu orang tua dapat membuka hingga lima saku yang dapat digunakan untuk bertransaksi oleh anak.
Baca juga: Lewat Ajang Ini, Volume Transaksi Kartu Digital Debit Visa Bank Raya Tembus 207 Juta
Manajemen fitur Uang Saku dapat dilakukan oleh nasabah atau orang tua seperti menonaktifkan Saku, mengaktifkan kembali Saku, hapus Saku, penambahan saldo, dan pemindahan saldo.
Adapun Kicky menilai bahwa literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
“Tantangan bagi orang tua saat ini adalah bagaimana mengedukasi anak untuk dapat mengelola keuangan dengan bijak dan mengetahui transparansi dari pengelolaan keuangan anak, sehingga dengan adanya kemudahan fitur Uang Saku tujuan finansial orang tua dan anak dapat tercapai,” imbuhnya.
Hingga September 2025 pengguna Aplikasi Raya tercatat lebih dari 1,6 juta nasabah. Penggunaan transaksi Aplikasi Raya meningkat 45,4 persen yoy dan mencapai 3,8 juta transaksi, dengan digital saving tercatat sebesar Rp1,75 triliun atau tumbuh 61,4 persen yoy. (*)
Editor: Yulian Saputra










