Ilustrasi: Gedung Bank Nobu. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Bank Nationalnobu (Bank Nobu) menegaskan tidak akan membagikan dividen dari laba bersih tahun buku 2024. Keputusan ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 20 Juni 2025.
Berdasarkan risalah resmi dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Selasa, 24 Juni 2025, seluruh laba bersih 2024 bank dengan kode saham NOBU ini, yang sebesar Rp329 miliar akan digunakan untuk memperkuat modal, dengan Rp5 miliar di antaranya disisihkan sebagai dana cadangan, dan sisanya dicatat sebagai laba ditahan.
Selain keputusan penggunaan laba, rapat juga menyetujui perubahan dalam susunan pengurus Bank Nobu.
Baca juga: Bank Mestika Sepakat Tebar Dividen Rp138 Miliar, Cek Jadwalnya
Dongwook Kim ditunjuk sebagai komisaris utama yang baru menggantikan Adrianus Mooy yang kini menjabat sebagai komisaris independen.
Sementara itu, posisi Direktur juga bertambah satu orang dengan diangkatnya Steve Marciano Joe. Kedua pengangkatan ini akan efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dengan perubahan tersebut, susunan terbaru Komisaris dan Direksi Bank Nobu adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Baca juga: Setiawan Kumala Diangkat Jadi Presiden Direktur Bank Ganesha, Ini Profilnya
Dewan Direksi
“Langkah tidak membagikan dividen dan memperkuat struktur pengurus ini adalah bagian dari strategi memperkokoh fundamental keuangan dan tata kelola perusahaan yang lebih baik ke depan,” tulis Manajemen Bank Nobu, dalam keterangan keterbukaan informasi tersebut. (*) Ari Nugroho
Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More