Jakarta–PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat (Bank Nagari) menawarkan obligasi senior dan obligasi syariah (sukuk) dengan tingkat kupon berkisar 10,6%-11,1% untuk memenuhi target penyaluran kredit dan pembiayaan di 2016.
Dalam penawaran kedua instrumen obligasi tersebut perseroan menujuk PT Mandiri Sekuritas dan PT Danareksa Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Sedangkan, sebagai wali amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).
Menurut Direktur Mandiri Sekuritas, Donny Arsal, pada akhir 2015 Bank Nagari menawarkan Obligasi Senior VII sebanyak-banyaknya Rp500 milar dan Sukuk Mudharabah II sebanyak-banyaknya Rp100 miliar yang masing-masing bertenor lima tahun.
“Dana dari hasil penawaran obligasi ini akan digunakan untuk penyaluran kredit, sedangkan sukuk untuk pembiayaan murabahah,” ujarnya di Jakarta, Selasa, 8 Desember 2015.
Sementara di tempat yang sama Direktur Utama Bank Nagari, Suryadi Asmi menambahkan, perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan rating idA untuk obligasi senior dan peringkat idAsy untuk sukuk mudharabah.
Dia mengungkapkan, bahwa Bank Nagari telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan PT Danareksa Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Sedangkan, sebagai wali amanat adalah BRI. (*) Rezkiana Nisaputra
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More