Jakarta – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. (Bank Muamalat) terus memupuk penguatan kinerja internal sektor governance risk compliance (GRC) dengan membangun orkestrasi senada antara jajaran komisaris dengan direksi perseroan.
Hal tersebut terwujud melalui optimalisasi salah satu unit usaha yang dimiliki perusahaan, yakni Muamalat Institute (MI), bank syariah pertama di Indonesia ini membidik target penciptaan ekosistem keuangan berprinsip Islami yang berkelanjutan.
Executive Director MI Anton Hendrianto mengatakan konsolidasi internal ini diwujudkan melalui pemberian materi keuangan secara virtual kepada jajaran petinggi perseroan guna terus menghasilkan kinerja positif serta relevan dengan perkembangan kekinian.
“Persaingan sektor jasa keuangan semakin meningkat dalam situasi pandemi. Oleh karena itu, pembekalan kepada pejabat senior di perusahaan penting untuk dilakukan secara berkala agar bisa menjawab kebutuhan saat ini,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 11 Mei.
Dalam kesempatan yang sama, Fasilitator Muamalat Institute Abdurrahman menjelaskan peningkatan pemahaman dari para pemangku kepentingan di perseroan cukup penting dalam mencapai target bisnis sesuai dengan prinsip GRC.
“GRC yang akan diterapkan juga dapat mengakomodir kebutuhan layanan perbankan digital serta meningkatkan peluang berkolaborasi dengan pihak lain demi menumbuhkembangkan ekosistem keuangan syariah di Indonesia,” tuturnya.
Disebutkan bahwa Komisaris Utama Bank Muamalat Ilham Habibie dan Presiden Direktur Bank Muamalat Achmad K. Permana tutut serta dalam pembekalan kali ini. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama… Read More
Poin Penting Anggota Komisi II DPR RI Ali Ahmad menilai wacana pemotongan gaji pejabat yang… Read More
Poin Penting PT Bank Maspion Indonesia Tbk memperoleh fasilitas pinjaman USD285 juta dari KASIKORNBANK Public… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 1,20 persen ke level 7.106,83 pada perdagangan Selasa (17/3), menjelang… Read More
Poin Penting Survei Amar Bank terhadap 1.600 responden menunjukkan 87 persen masyarakat mengalami kenaikan pengeluaran… Read More
Poin Penting Investor asing melakukan net sell besar pada saham bank jumbo, dipimpin BBCA Rp400,11… Read More