Poin Penting
- Selama Ramadan 2026, akuisisi DPK baru Bank Mega Syariah tembus lebih dari Rp709 miliar dengan 5,6 ribu rekening baru, mencerminkan meningkatnya minat pada produk syariah
- Transaksi M-Syariah selama Ramadan mencapai lebih dari 230 ribu (Rp243 miliar, naik lebih dari 24 persen yoy)
- Transkasi QRIS tumbuh signifikan ( lebih dari 65 persen frekuensi), didorong penggunaan transfer, QRIS, dan top up e-wallet.
Jakarta – Bank Mega Syariah mencatatkan kinerja positif sepanjang bulan Ramadan 1447 H. Lewat berbagai rangkaian kegiatan engagement nasabah yang dilaksanakan di berbagai wilayah di Indonesia, Bank Mega Syariah mampu mendongkrak akuisisi nasabah dan dana pihak ketiga (DPK).
Sepanjang Ramadan 2026, Bank Mega Syariah menyelenggarakan rangkaian Acara Ramadan Optimal bersama Bank Mega Syariah seperti Event Road To Diantara Doa dan Tausiyah Gen Hajj di Cabang Bank Mega Syariah
Kegiatan Ramadan Road To Diantara Doa diselenggarakan di 7 kota, yaitu Surabaya, Malang, Semarang, Bandung, Lampung, Palembang, dan Makassar.
Kegiatan tersebut menghadirkan kajian inspiratif bersama tokoh agama, kolaborasi dengan institusi pendidikan, serta aktivitas komunitas.
Rangkaian kegiatan ini juga dilengkapi oleh program unggulan Ramadan Bank Mega Syariah, yaitu AMAL 2026 (Aktivasi M-Syariah di Bulan Ramadan).
Baca juga: Harga Emas Fluktuatif, Bank Mega Syariah Dorong Nasabah Optimalkan Strategi “Buy the Dip”
Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, mengungkapkan rangkaian kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan literasi keuangan syariah sekaligus memperkuat engagement dengan masyarakat, salah satunya melalui berbagai komunitas di tanah air.
“Pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi penting untuk memperluas penetrasi penggunaan layanan perbankan dalam kehidupan sehari-hari seperti tabungan, transaksi digital, hingga pengelolaan keuangan yang sesuai prinsip syariah,” jelas Benadicto dikutip 13 April 2026.
DPK Naik Selama Ramadan
Selama periode Ramadan Bank Mega Syariah mencatatkan peningkatan akuisisi DPK. Berdasarkan data per 21 Maret 2026, total nilai akuisisi DPK baru mencapai lebih dari Rp709 miliar dengan total 5,6 ribu NoA (number of accounts).
“Hal ini mencerminkan semakin kuatnya preferensi nasabah terhadap produk tabungan yang mampu mengoptimalkan imbal hasil secara kompetitif tanpa meninggalkan prinsip syariah. Pada saat yang sama, tren ini juga menegaskan keberhasilan transformasi digital Bank Mega Syariah dalam menghadirkan kemudahan bertransaksi serta proses pembukaan rekening yang semakin praktis dan dapat dilakukan secara online,” ungkap Benadicto.
Sementara dari sisi transaksi, selama periode Ramadan 2026, jumlah transaksi melalui M-Syariah tercatat lebih dari 230 ribu transaksi dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp243 miliar, atau tumbuh lebih dari 24 persen secara year on year (yoy).
Adapun fitur yang paling banyak digunakan oleh nasabah selama Ramadan meliputi transfer, QRIS, dan top up e-wallet.
Penggunaan transaksi QRIS juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Dibandingkan periode Ramadan 2025, jumlah transaksi QRIS meningkat lebih dari 65 persen, sementara volume transaksi meningkat lebih dari 58 persen. Ini menandakan semakin luasnya penggunaan pembayaran non-tunai berbasis QR di berbagai merchant.
Baca juga: Funding Korporasi Bank Mega Syariah Tembus Rp5,9 Triliun di 2025
“Program AMAL 2026 menjadi momentum strategis bagi Bank Mega Syariah untuk memperkuat penetrasi pasar ritel melalui pendekatan berbasis komunitas dan spiritual engagement selama bulan Ramadan,” jelas Benadicto.
Ke depan, Bank Mega Syariah akan terus menghadirkan berbagai program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta memperkuat ekosistem syariah melalui inovasi produk, layanan digital, dan kolaborasi strategis guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. (*)


