Poin Penting
- Bank Mega Syariah mencatat laba sebelum pajak Rp79,97 miliar pada kuartal I 2026, tumbuh 51 persen yoy. Kinerja ditopang pendapatan setelah distribusi bagi hasil Rp191,60 miliar
- Penyaluran pembiayaan mencapai Rp9,26 triliun atau tumbuh 7,2 persen dari akhir 2025, dengan DPK menembus Rp10 triliun
- Fundamental tetap kuat dengan KPMM 27,63 persen serta kenaikan pendapatan piutang dan bagi hasil.
Jakarta – Bank Mega Syariah mencatatkan laba sebelum pajak senilai Rp79,97 miliar pada kuartal I 2026, tumbuh 51 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Peningkatan kinerja tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan setelah distribusi bagi hasil senilai Rp191,60 miliar, naik lebih dari 20 persen yoy.
Dari sisi penyaluran dana, total penyaluran pembiayaan yang disalurkan tercatat lebih dari Rp9,26 triliun, tumbuh lebih dari 7,2 persen dari posisi akhir tahun sebelumnya sebesar Rp8,64 triliun.
Dari sisi penghimpunan dana, Bank Mega Syariah secara konsisten melakukan optimalisasi struktur pendanaan guna menjaga efisiensi biaya dana. Tercatat, total dana pihak ketiga (DPK) yang dikumpulkan mencapai lebih dari Rp10 triliun.
Baca juga: Bank Mega Kantongi Laba Rp3,36 Triliun di 2025, Tumbuh 28 Persen
Strategi ini turut berkontribusi terhadap peningkatan margin, tercermin dari kenaikan Net Imbalan (NI) menjadi 5,85 persen dari sebelumnya 4,04 persen.
Selain itu, efisiensi operasional juga menunjukkan perbaikan dengan rasio BOPO menjadi 76,90 persen dari sebelumnya 85,08 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, permodalan bank tetap kuat dengan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 27,63 persen. Perseroan tetap mencermati dinamika risiko pembiayaan.
Bank Mega Syariah juga memperkuat bisnis pembiayaan yang tercermin dari pertumbuhan pendapatan berbasis piutang dan bagi hasil.
Pendapatan dari piutang meningkat menjadi lebih dari Rp118 miliar atau tumbuh sekitar 40,9 persen. Sementara itu, pendapatan bagi hasil juga mengalami kenaikan tumbuh sekitar 4,7 persen atau menjadi lebih dari Rp114,73 miliar.
Baca juga: Bank Mega dan Metro Hadirkan Season of Elegance Fashion Show, Diskon hingga 70 Persen
Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah, Hanie Dewita, mengatakan capaian ini merupakan hasil dari fokus perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis dan meningkatkan efisiensi operasional.
“Kami terus mengoptimalkan strategi bisnis dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan dan pengelolaan biaya dana. Di saat yang sama, kami juga memperkuat layanan kepada nasabah melalui inovasi produk dan sinergi ekosistem,” ujar Hanie dikutip 4 Mei 2026.
Ke depan, pihaknya akan terus memperkuat manajemen risiko, menjaga kualitas aset, serta mengembangkan bisnis secara selektif dan berkelanjutan.
“Kami optimistis kinerja positif ini dapat terus terjaga hingga akhir tahun,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama




