Poin Penting
- PT Bank Maspion Indonesia Tbk mencetak laba Rp31,8 miliar pada 2025, berbalik dari rugi Rp247,21 miliar di 2024
- Kredit Bank Maspion tumbuh hampir dua kali lipat menjadi Rp17,34 triliun, disertai perbaikan NPL dan BOPO
- Dukungan Kasikornbank Public Company Limited memperkuat ekspansi kredit dan manajemen risiko Bank Maspion.
Jakarta – PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih Rp31,8 miliar. Capaian kinerja 2025 menandai turnaround performance perseroan setelah sebelumnya mengalami tekanan pada 2024 dengan mencatat kerugian Rp247,21 miliar.
Direktur Utama PT Bank Maspion Indonesia Tbk, Kasemsri Charoensiddhi menjelaskan, performa pertumbuhan kinerja perseroan tak lepas dari realisasi kredit selama tiga tahun.
“Portofolio kredit kami nyaris tumbuh dua kali lipat, dari Rp8,78 triliun pada 2022 menjadi Rp17,34 triliun pada 2025, seiring dengan ekspansi kredit selama tiga tahun berturut-turut,” jelas Kasemsri dikutip 21 Mei 2026.
Baca juga: Bank Maspion Kantongi ‘Dana Segar’ USD285 Juta dari KBank, Perkuat Likuiditas Kredit
Agresivitas realisasi kredit tersebut juga dibarengi dengan kualitas kredit. Ini tercermin rasio non performing loan (NPL) atau kredit macet bruto turun dari 3,26 persen pada 2024 menjadi 2,26 persen di 2025.
Dari sisi pendanaan, rasio dana murah atau CASA bank meningkat menjadi 27,16 persen dari 22,58 persen pada 2024. Capaian ini mencerminkan pergeseran struktural menuju komposisi pendanaan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Perbaikan kinerja juga terlihat dari sisi efisiensi operasional bank. Tercatat Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) membaik dari 120,13 persen menjadi 97,15 persen di 2025
“Ini sebuah peningkatan sebesar 23 poin yang menunjukkan model operasional yang lebih ramping dan efisien,” jelas Kasemsri.
Sejalan dengan pertumbuhan kredit dan pendanaan, Bank Maspion mencatatkan peningkatan total aset dari Rp14,96 triliun pada 2022 menjadi Rp22,4 triliun pada 2025, sementara Rasio Kecukupan Modal (CAR) menguat dari 31,55 persen menjadi 45,76 persen dalam periode yang sama.
“Basis modal yang hampir dua kali lipat seiring dengan pertumbuhan portofolio kredit, memberikan fondasi bagi pertumbuhan yang sekaligus ambisius dan terlindungi dengan baik,” kata Kasemsri.
Baca juga: BI Catat Kredit Perbankan Tumbuh 9,98 Persen di April 2026
Dukungan Kasikornbank Public Company Limited (KBank)
Kasemsri menjelaskan, pertumbuhan kinerja perseroan sepanjang 2025 tak lepas dari sokongan KBank, yang memegang 89,48 persen saham Bank Maspion.
“Integrasi dengan KBank telah menjadi pendorong utama pertumbuhan, kapabilitas, dan standar bank,” jelasnya.
Dia mencontohkan, percepatan pertumbuhan kredit perseroan sebagian didorong oleh akses ke jaringan regional KBank di kawasan AEC+3, dan peningkatan standar manajemen risiko yang didukung oleh kerangka kerja kredit KBank yang berstandar internasional.
“Posisi Bank Maspion sebagai gerbang Indonesia menuju salah satu jaringan perbankan ASEAN+3 yang paling terhubung, merupakan ekosistem struktural yang semakin tercermin dalam komposisi nasabah, kemampuan produk, dan neraca bank,” tutup Kasemsri. (*)


