Layanan Bank Mandiri Taspen. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Bank Mandiri Taspen cetak sejarah baru dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun pada November 2022. Pencapaian tersebut merupakan rekor tertinggi selama anak usaha Bank Mandiri tersebut beroperasi.
Direktur Utama Bank Mandiri Taspen, Elmamber P Sinaga, mengatakan bahwa, prestasi tersebut merupakan buah dari dukungan dan sinergi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk maupun PT Taspen Persero, selaku induk usaha.
“Serta kerja keras seluruh insan Mandiri Taspen yang akan terus ditingkatkan dengan semakin mematangkan transformasi sumber daya manusia dan teknologi agar tumbuh lebih agresif namun tetap prudent,” ucap Elmamber dalam keterangan resmi, 13 Desember 2022.
Kemudian, ia juga menjelaskan bahwa strategi korporasi perusahaan adalah untuk mewujudkan tujuan menjadi penyalur kredit pensiun terbesar yang unggul dan berbasis digital, serta menjadi leading senior citizen ecosystem bank di Indonesia.
Elmamber juga berharap pencapaian yang berhasil diraih dan menempatkan Bank Mandiri Taspen sebagai salah satu kontributor utama kinerja Bank Mandiri Group (konsolidasi), akan terus dipertahankan dan semakin berkembang.
“Kami akan berupaya agar pencapaian ini terus tumbuh meningkat dari tahun ke tahun,” imbuhnya.
Adapun, hingga saat ini Bank Mandiri Taspen mempunyai jaringan kantor sebanyak 436 jaringan yang tersebar di 34 provinsi dengan dukungan lebih dari 17 ribu jaringan mesin ATM Bank Mandiri, LINK dan ATM Bersama. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More