Perbankan

Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Kredit 18 Persen hingga Akhir Tahun

Jakarta – Bank Mandiri optimistis dapat mencapai target pertumbuhan kredit hingga 18 persen secara year-on-year (yoy) pada akhir 2024, dengan terus memprioritaskan penyaluran kredit ke sektor-sektor strategis. Hingga kuartal III-2024, realisasi kredit Bank Mandiri secara konsolidasi telah tumbuh 20,8 persen yoy menjadi Rp1.590 triliun.

Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Eka Fitria menjelaskan bahwa pencapaian tersebut ditopang oleh segmen wholesale banking yang menjadi salah satu fokus utama bank.

“Melalui strategi penyaluran kredit yang mengutamakan sektor ekonomi kerakyatan, kami optimis target pertumbuhan kredit pada kisaran 16-18 persen yoy dapat tercapai pada akhir tahun,” ungkapnya dalam acara Economic Outlook secara virtual, Rabu, 20 November 2024.

Baca juga: Bank Mandiri Optimistis Ekonomi Indonesia Tetap Solid di Tengah Dinamika Global

Bank Mandiri juga memastikan kualitas kredit tetap terjaga. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) yang membaik menjadi 0,97 persen, turun 39 basis poin secara tahunan.

Pertumbuhan kredit ini sejalan dengan peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 14,9 persen yoy menjadi Rp1.667,5 triliun. Kontribusi terbesar datang dari dana giro yang naik 17,8 persen yoy menjadi Rp596 triliun dan tabungan yang tumbuh 12,6 persen yoy menjadi Rp635 triliun.

Eka menambahkan, Bank Mandiri akan terus fokus pada sektor-sektor strategis seperti pertanian, telekomunikasi, energi, industri makanan dan minuman, serta sektor padat karya di seluruh wilayah Indonesia.

“Kami berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan melalui penyaluran kredit yang berdampak luas,” katanya.

Baca juga: Tingkatkan Kesejahteraan Pensiunan, Bank Mandiri Taspen Hadirkan Program Wirausaha

Dengan kinerja solid ini, Bank Mandiri berhasil mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp42 triliun hingga kuartal III-2024, tumbuh 7,56 persen yoy, sekaligus memperkuat perannya sebagai pilar penting dalam mendukung perekonomian Indonesia. (*) Alfi Salima Puteri

Yulian Saputra

Recent Posts

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

2 hours ago

Risiko Banjir Meningkat, MPMInsurance Perkuat Proteksi Aset

Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More

3 hours ago

OJK Targetkan Aset Asuransi Tumbuh hingga 7 Persen di 2026

Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More

3 hours ago

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

4 hours ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

5 hours ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

5 hours ago