Perbankan dan Keuangan

Bank Mandiri Salurkan 4.596 KPR FLPP, Gandeng BP Tapera dan Kementerian PKP

Jakarta – Bank Mandiri hingga Mei 2025 berhasil menyalurkan 4.596 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Jumlah ini tumbuh signifikan sebesar 78,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu

Capaian tersebut juga setara dengan 100 persen kuota awal yang diberikan BP Tapera kepada Bank Mandiri dan telah terealisasi hanya dalam lima bulan pertama tahun ini.

Bank Mandiri kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung penyediaan hunian yang terjangkau dan layak bagi masyarakat Indonesia.

Komitmen tersebut diperkuat melalui kerja sama strategis dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) yang diresmikan lewat penandatanganan nota kesepahaman.

Menteri PKP Maruarar Sirait menilai keterlibatan sektor perbankan dalam pembiayaan rumah subsidi sebagai salah satu faktor penting dalam menyukseskan program perumahan nasional.

“Kami sangat mengapresiasi langkah konkret Bank Mandiri yang terus aktif bersinergi dengan pemerintah. Ini bukan hanya tentang pembiayaan, tapi bagian dari komitmen bersama untuk memastikan masyarakat bisa memiliki hunian yang layak kepada masyarakat,” ungkap Maruarar.

Baca juga: Bersama Kementerian PKP dan BP Tapera, Bank Mandiri Beri Fasilitas Pembiayaan Rumah Subsidi

Langkah strategis tersebut merupakan bagian dari kontribusi aktif Bank Mandiri dalam menyalurkan pembiayaan KPR bersubsidi melalui skema FLPP.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menyampaikan, realisasi tersebut mencerminkan keseriusan perusahaan dalam mengambil peran strategis di sektor perumahan nasional.

“Kami tidak hanya ingin menjadi penyalur, tapi juga akselerator sejalan dengan komitmen untuk mempercepat realisasi pembiayaan rumah subsidi untuk masyarakat. Dengan sinergi kuat bersama pemerintah dan BP Tapera, kami optimistis mampu menyalurkan hingga 25.000 unit KPR FLPP hingga akhir tahun ini,” kata Darmawan.

Baca juga: Bank Mandiri dan Kemenko Pangan Kick Off Pelatihan SDM Koperasi Merah Putih

Target tersebut menunjukkan lonjakan signifikan, yaitu sebesar 484 persen dibandingkan dengan penyaluran KPR FLPP Bank Mandiri pada 2024 yang mencapai 4.284 unit.

Menurut Darmawan, peningkatan ini didorong oleh sistem kerja terintegrasi, kesiapan operasional, dan pendekatan distribusi yang adaptif terhadap kebutuhan di lapangan.

Dimulai dari Internal: Pegawai Mandiri Jadi Sasaran Awal

Sebagai wujud komitmen internal, Bank Mandiri juga mengawali strategi penyaluran KPR FLPP tahun ini dengan menyasar segmen pegawai internal. Baik pegawai Bank Mandiri maupun karyawan dari seluruh anak perusahaan yang tergabung dalam Mandiri Group menjadi sasaran awal program ini.

Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan sumber daya manusia, yang menjadi fondasi utama kinerja dan pertumbuhan institusi.

Baca juga: Bank Mandiri Cetak Laba Rp19,65 Triliun di Mei 2025, Tumbuh Tipis 0,13 Persen

Dengan jaringan anak perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia, serta dukungan jaringan kantor cabang dan platform digital Bank Mandiri, pelaksanaan program ini diyakini dapat dijalankan secara efektif dan efisien.

Mandiri Group memiliki kapasitas untuk menjalankan strategi distribusi pembiayaan yang masif, tanpa mengorbankan kualitas layanan kepada penerima manfaat.

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta

Sinergi antara Bank Mandiri, BP Tapera, dan Kementerian PKP mencerminkan pentingnya kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam memperkuat sistem pembiayaan nasional.

“Melalui inisiatif ini, Bank Mandiri tak hanya memperluas jangkauan layanan pembiayaan, tetapi juga mengambil peran aktif dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan,” pungkas Darmawan.

Baca juga: Bank Mandiri Dorong Purna PMI Jadi Pengusaha Tangguh Lewat Program Bapak Asuh

Sebagai informasi, hingga Mei 2025 Bank Mandiri mencatat realisasi penyaluran KPR sebesar Rp66,97 triliun, tumbuh 14,21 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

OJK Beberkan 8 Aksi Percepatan Reformasi Pasar Modal RI, Apa Saja?

Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More

5 mins ago

PWI Pusat Bakal Terima Hadiah Patung Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko dari Blora

Poin Penting PWI Pusat akan menerima dua patung tokoh nasional—Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko—karya… Read More

2 hours ago

DPR Pastikan Pengganti Pimpinan OJK-BEI Bebas Afiliasi Danantara dan BUMN

Poin Penting Pengisian pimpinan OJK dan BEI dipastikan independen, tidak berasal dari pihak terafiliasi Danantara,… Read More

2 hours ago

Kredit Macet, Bisnis Gagal atau Niat Jahat? OJK Harus Berada di Depan Bank

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More

14 hours ago

KPK Mencari “Pepesan Kosong” Dana Non Budgeter-Iklan Bank BJB, Terus Berputar-putar “Dikaitkan” Ridwan Kamil-Aura Kasih

Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More

14 hours ago

Daftar Saham Top Laggards dalam Sepekan, Ada BREN, BUMI hingga MORA

Poin Penting IHSG anjlok 6,94 persen sepanjang pekan 26–30 Januari 2026 ke level 8.329,60, seiring… Read More

14 hours ago