Poin Penting
- Bank Mandiri meraih sejumlah penghargaan Digital Brand 2026 dari Infobank berkat penguatan layanan digital Livin’ dan Kopra.
- Hingga Desember 2025, pengguna Livin’ by Mandiri mencapai 37,2 juta dengan nilai transaksi Rp4.448 triliun.
- Nilai transaksi Kopra by Mandiri mencapai Rp27.675 triliun atau tumbuh 22 persen secara tahunan.
Jakarta – Di tengah persaingan layanan perbankan digital yang semakin ketat, Bank Mandiri kembali menunjukkan konsistensinya sebagai salah satu pemain utama industri.
Dalam ajang “Indonesia Digital Forum 2026: Reaching The Unbanked Amidst Cyber Threats and Cost Living Crisis” yang digelar di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Jumat (22/5/2026), Bank Mandiri memborong sejumlah penghargaan bergengsi di bidang digital branding dan layanan perbankan digital.
Pengakuan prestius itu yakni Golden Trophy Mobile Banking Conventional Bank In Digital Brand 5 Consecutive Years (2022–2026), hingga penghargaan khusus untuk Livin’ by Mandiri sebagai “The Most Excellence Retail Banking Super App” dan Kopra by Mandiri sebagai “The Most Excellence Corporate Transaction Banking Platform”.
Penghargaan itu diterima langsung oleh Harry Sofri Putranda, Vice President Digital Retail Banking, dan Daniel Jeepri, Vice President Digital Wholesale Banking.
Baca juga: Bank Mandiri Cetak Laba Rp18,1 Triliun per April 2026, Kredit dan DPK Tumbuh Double Digit
Di balik trofi yang diraih, tersimpan pesan kuat bahwa dominasi digital Bank Mandiri dibangun bukan lewat kampanye sesaat, melainkan melalui ekosistem layanan yang menjadi bagian dari aktivitas jutaan nasabah setiap hari.
Penghargaan itu sejalan dengan kuatnya pertumbuhan layanan digital Bank Mandiri dalam beberapa tahun terakhir.
Livin’ by Mandiri, misalnya, kini bukan lagi sekadar aplikasi mobile banking untuk transfer dan pembayaran. Super app ini berkembang menjadi platform finansial yang digunakan nasabah untuk kebutuhan harian, mulai dari transaksi, investasi, pembayaran tagihan, hingga pengelolaan keuangan secara lebih praktis dalam satu aplikasi.
Hingga Desember 2025, jumlah pengguna Livin’ telah mencapai 37,2 juta dengan frekuensi transaksi sebanyak 4,7 miliar senilai Rp4.448 triliun. Bahkan, sekitar 99,2% transaksi retail non-cash Bank Mandiri dilakukan secara digital melalui Livin’.
Di segmen wholesale, Kopra by Mandiri juga terus memperkuat posisinya sebagai platform transaksi digital untuk korporasi dan pelaku usaha.
Baca juga: Bank Mandiri Ramal Ekonomi Kuartal II 2026 Melandai ke Level 5,1-5,5 Persen
Melalui layanan end-to-end yang mengintegrasikan cash management, trade finance, value chain, hingga transaksi lintas ekosistem bisnis, Kopra menjadi salah satu motor utama akselerasi transaksi wholesale perseroan.
Tercatat, hingga Desember 2025, nilai transaksi Kopra by Mandiri mencapai Rp27.675 triliun, atau tumbuh 22% secara tahunan, dengan volume transaksi sebanyak 1,5 miliar.
Didukung Reputasi dan Sentimen Digital Positif
Transformasi digital tersebut juga berdampak terhadap penguatan bisnis Bank Mandiri. Aktivitas transaksi yang terus meningkat melalui Livin’, Kopra, dan layanan digital lainnya menjadi salah satu penopang pertumbuhan fee based income perseroan dalam beberapa tahun terakhir.
Selain penghargaan utama, Bank Mandiri juga meraih sejumlah predikat lain, di antaranya The 2nd Highest Digital Index in Mobile Banking Conventional Bank 2026, The 2nd Best Internet Banking Conventional Bank 2026, hingga The 3rd Best Savings Conventional Bank 2026.
Ajang penghargaan yang digelar Infobank bersama Isentia tersebut menggunakan metodologi berbasis Artificial Intelligence (AI), natural language processing (NLP), dan machine learning untuk memetakan sentimen publik terhadap brand perusahaan dan produk digital selama periode 2025–2026.
Baca juga: Bank Jakarta Borong Penghargaan di Ajang Infobank Digital Award 2026
Analisis dilakukan secara real time untuk mengukur reputasi digital, tren percakapan, hingga respons publik terhadap layanan yang diberikan perusahaan.
Penghargaan ini memperlihatkan bahwa penguatan layanan digital Bank Mandiri tidak hanya tercermin dari pertumbuhan transaksi dan pengguna, tetapi juga dari kemampuan perseroan menjaga relevansi layanan di tengah perubahan perilaku nasabah yang semakin digital. (*) Ranu Arasyki Lubis


