Jakarta – Bank Mandiri memproyeksikan inflasi pada akhir tahun akan berada di level 5,4% – 5,6%. Panji Irawan Direktur Treasury & International Banking menyatakan, angka tersebut jauh lebih baik dibandingkan dengan konsensus pasar yang memperkirakan inflasi bisa tembus 6,7%.
“Jika kita gunakan asumsi tingkat inflasi rata-rata di bulan Desember, maka inflasi akhir tahun 2022 diperkirakan berada pada kisaran 5,4% hingga 5,6%,” ujar Panji dalam Macroeconomic Outlook Bank Mandiri, Selasa, 20 Desember 2022.
Lebih lanjut, dia juga mengatakan bila dilihat dari angka inflasi di dua bulan terakhir dapat dikendalikan oleh Pemerintah, sehingga secara ytd (year to date) inflasi baru mencapai 4,82%.
Selain itu, kinerja neraca perdagangan Indonesia juga masih sangat baik dengan dukungan sektor komoditas. Pada bulan November, neraca Perdagangan mencatatkan angka USD5,16 miliar atau melanjutkan surplus sepanjang 31 bulan terakhir.
“Dengan neraca perdagangan tersebut Indonesia dapat dipastikan Neraca Transaksi Berjalan (NTB) atau Current Account Balance Indonesia akan mengalami surplus dalam kisaran 1% dari PDB,” jelas Panji.
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi pada Oktober 2022 sebesar 5,42% yoy, yang didorong oleh kenaikan harga bensin, bahan bakar rumah tangga, tarif angkutan udara, rokok, beras, telor ayam ras, dan tarif angkutan dalam kota. (*)
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More