Poin Penting
- Laba Bank Mandiri tumbuh 16,56% menjadi Rp15,4 triliun pada kuartal I 2026.
- Kualitas aset terjaga dengan NPL 0,98% dan CAR 19,7%.
- Bank fokus ekspansi kredit, UMKM, dan penguatan digital untuk pertumbuhan berkelanjutan.
Jakarta – Bank Mandiri optimistis dapat menjaga kinerja yang sehat dan berkelanjutan sepanjang 2026, meski di tengah ketidakpastian global. Keyakinan ini didukung fundamental perseroan yang kuat, startegi bisnis yang terarah, serta disiplin dalam pengelolaan risiko.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini menjelaskan, kinerja hingga kuartal I 2026 tetap solid dengan laba konsolidasi tumbuh 16,56 persen secara tahunan (year on year/yoy) atau sebesar Rp15,4 triliun.
Novita menyebut pertubuhan laba tersebut diimbangi kualitas aset yang terjaga. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) secara bank only berada di level 0,98 persen, dengan cost of credit sebesar 0,48 persen dan coverage ratio 245 persen.
Selain itu, capital adequacy ratio (CAR) tetap kuat di 19,7 persen, sementara return on equity (ROE) mencapai 20,1 persen.
“Tahun ini tentunya kami memproyeksikan ekspansi bisnis juga tetap tumbuh secara berkelanjutan dan kredit kami proyeksikan tumbuh sejalan dengan pertumbuhan industri serta fokus pada sektor-sektor prospektif yang resilient dan tentunya dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujar Novita dalam konferensi pers kinerja kuartal I 2026, Selasa, 21 April 2026.
Baca juga: Pembiayaan Berkelanjutan Bank Mandiri Tembus Rp320 Triliun di Kuartal I 2026
Sejalan dengan itu, tambah Novita, Bank Mandiri juga terus memperkuat dukungan terhadap ekonomi kerakyatan melalui akselerasi pembiayaan UMKM sekaligus mendukung berbagai agenda strategis pemerintah, termasuk di dalamnya penguatan sektor produktif dan juga pembangunan nasional.
“Langkah ini juga merupakan bagian dari komitmen Bank Mandiri dalam menjalankan peran sebagai agent of development bagi perekonomian nasional,” pungkasnya.
Strategi Pendanaan dan Profitabilitas
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri ditargetkan tumbuh lebih tinggi dibandingkan kredit. Namun, dengan tetap fokus pada peningkatan CASA agar struktur funding semakin efisien dan likuiditas terjaga, termasuk loan to deposit ratio (LDR) berada pada level yang sehat.
Sementara dari sisi profitabilitas, Bank Mandiri menargetkan net interest margin (NIM) tetap stabil melalui penguatan ekosistem, akselerasi transaksi, serta optimalisasi portfolio mix guna menjaga yield of loan dan cost of fund.
Baca juga: Bos Bank Mandiri Beberkan Tantangan Industri Perbankan 2026
Dorongan Fee-Based Income
Selain itu, Novita menilai kontribusi fee-based income akan terus ditingkatkan sebagai sumber pertumbuhan, khususnya yang bersifat recurring income.
Hal itu didukung kapabilitas digital melalui aplikasi Living by Mandiri dan Kopra by Mandiri, serta peningkatan aktivitas dan transaksi nasabah di seluruh ekosistem Bank Mandiri. (*)
Editor: Yulian Saputra







