Sepanjang tahun lalu perseroan berhasil meningkatkan distribusi kreditnya di angka 19 persen. Rohan menjelaskan pertumbuhan tersebut berada di atas rata-rata industri perbankan. Sedangkan untuk sektor infrastruktur, perseroan berhasil mengucurkan kredit sebesar Rp70,2 triliun.
(Baca juga: Ini Alasan Mandiri Takut Ekspansi Cabang di Thailand)
“Penyaluran kredit untuk jalan tol mencapai Rp8,6 triliun atau tumbuh 57,6 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara untuk infrastruktur di sektor migas, Bank Mandiri mengkucurkan kredit sebesar Rp12,2 triliun atau tumbuh 36 persen,” tambahnya.
Sedangkan untuk penyaluran kredit guna pembangunan infrastruktur listrik pertumbuhannya meningkat cukup signifikan, yakni mencapai 105 persen menjadi Rp22,6 triliun. Kucuran kredit untuk sektor infrastruktur transportasi darat, laut dan udara nilainya mencapai Rp18,7 triliun atau meningkat 13,2 persen dan Rp7,5 triliun untuk telekomunikasi atau meningkat 12,2 persen. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More
Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More
Poin Penting Konflik Timteng memicu risiko gangguan infrastruktur digital global, termasuk data center dan jaringan… Read More
Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More
Poin Penting PLN menjamin pasokan listrik tetap andal selama kebijakan WFH di tengah meningkatnya aktivitas… Read More