Perbankan

Bank Mandiri Incar KPR Capai Rp12 Triliun Hingga Akhir Tahun

Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) menargetkan dapat menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar Rp12 triliun hingga akhir tahun ini, atau meningkat hila dibandingkan dengan realisasi KPR di tahun 2021 yang sebesar Rp10,3 triliun.

“Generasi milenial itu kurang lebih sekitar 16.414 rekening, nah nominalnya itu di Rp7,6 triliun ini realisasi tahun 2021, nah kalau di atas usia 41 tahun itu 4.157 rekening totalnya di Rp2,6 triliun, target kami di tahun ini di Rp12 triliun,” ucap Vice President Consumer Loans Group Bank Mandiri, Ayu Pertiwi dalam forum diskusi Synthesis Huis di Jakarta, 29 September 2022.

Menurutnya, industri properti di tahun 2022 diproyeksikan akan terus tumbuh dengan kondisi perekonomian yang semakin membaik, dengann salah satu indikator adalah pemulihan ekonomi dan keyakinan konsumen akan prospek ekonomi ke depan.

“Diproyeksikan bahwa industri properti tahun 2022 akan semakin meningkat, dengan dukungan perbankan memberikan suku bunga rendah, dukungan pemerintah serta berbagai gimmick menarik dari developer akan mendorong masyarakat untuk bertransaksi properti,” imbuhnya.

Ayu juga melihat bahwa investasi properti memiliki peluang yang cukup menjanjikan, pasalnya investasi properti merupakan instrumen paling aman yang nilainya tidak pernah turun.

Hal tersebut dapat terlihat dari laporan survei properti residensial di pasar primer oleh Bank Indonesia pada triwulan I-2022, di mana mayoritas konsumen masih menggunakan KPR dalam pembiayaan propertinya sekitar kurang lebih 70%, dan pertumbuhan KPR mengalami kenaikan sebesar 10,61% yoy lebih tinggi dari triwulan sebelumnya 9,76%.

Baca juga: Bank Mandiri Proyeksikan Kredit Tumbuh Lebih Rendah, Jika Restrukturisasi Dihentikan

Di sisi lain, terkait dengan kenaikan suku bunga BI yang telah mencapai 4,25%, Bank Mandiri hingga saat ini masih mempertahankan suku bunga yang ada, namun tidak menutup kemungkinan terjadinya koreksi.

“Suku bunganya, ya pasti kalau BI sudah menaikan suku bunga acuan tentunya akan diikuti oleh perbankan dan Bank Mandiri memang ada wacana untuk nanti bulan depan itu ada koreksi ya,” ucap Ayu. (*) Khoirifa

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Peluncuran Kampanye “Pensiun Gak Susah”

Kampanye ini merupakan bagian dari inisiatif Bank DBS Indonesia dan DBS Foundation dalam mendorong masyarakat… Read More

2 hours ago

7 SBN Ritel Dirilis, Masih Layak Dibeli Tahun Ini?

Poin Penting SBN Ritel masih layak dibeli tahun ini karena bersifat stabil, berisiko rendah, dan… Read More

4 hours ago

Persiapan Pensiun Sejak Dini, Ini Cara Simpel Menghitung Dana yang Dibutuhkan

Poin Penting Retirement Goal Calculator dari Bank DBS Indonesia membantu menghitung kebutuhan dana pensiun secara… Read More

4 hours ago

Bancassurance DBS Tumbuh Double Digit di 2025

Poin Penting Bisnis bancassurance Bank DBS Indonesia tumbuh double digit sepanjang 2025, sejalan dengan pertumbuhan… Read More

5 hours ago

Rupiah Anjlok Nyaris Rp17.000, Menkeu Purbaya Bantah Dampak Isu Thomas ke BI

Poin Penting Rupiah melemah ke Rp16.955 per dolar AS, namun pemerintah menegaskan pelemahan ini tidak… Read More

5 hours ago

Berkat Dukungan LPEI, Madu Pelawan Buatan Zaiwan Raup Omzet Jutaan Rupiah

Poin Penting Madu Pelawan Bangka tembus pasar internasional berkat keunikan rasa pahit, warna gelap, dan… Read More

7 hours ago