Poin Penting
- Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri dari pembiayaan hijau Rp166 triliun dan sosial Rp150 triliun.
- Strategi ESG dijalankan melalui tiga pilar utama, dengan target Net Zero Emission operasional pada 2030 serta penguatan tata kelola dan keamanan siber.
- Fokus inklusi keuangan dan dampak sosial, tercermin dari 62,7% pengguna Livin’ Merchant berasal dari UMKM non-urban dan pengakuan ESG global dengan skor risiko rendah
Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. hingga akhir Desember 2025 mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp316 triliun, atau tumbuh 8 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Angka tersebut terdiri dari rincian pembiayaan hijau sebesar Rp166 triliun dan pembiayaan sosial sebesar Rp150 triliun. Di mana pangsa pasar pembiayaan hijau Bank berkode emiten BMRI ini mencapai lebih dari 35 persen di antara tiga bank besar nasional.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, Bank Mandiri memperkuat peran ESG melalui tiga pilar utama, yakni Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainability Beyond Banking sebagai bagian dari strategi bisnis dan operasional perusahaan.
Pada pilar Sustainable Operation, Bank Mandiri secara konsisten berproses untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) Operasional pada 2030. Hal ini dilakukan melalui pemantauan jejak karbon digital, optimalisasi green building, penggunaan kendaraan listrik dan hybrid, serta pemasangan panel surya.
“Penguatan tata kelola juga dilakukan melalui peningkatan keamanan siber, perlindungan data nasabah, serta penerapan prinsip transparansi untuk menjaga kepercayaan pemangku kepentingan,” tambahnya.
Baca juga: Bank Mandiri Targetkan Kredit 2026 Tetap di Atas Rata-Rata Industri
Perluasan Inklusi Keuangan dan Dampak Sosial
Sementara itu, pada pilar Sustainability Beyond Banking, fokus Bank Mandiri diarahkan pada perluasan inklusi keuangan dan dampak sosial yang terukur. Hingga Desember 2025, sebanyak 62,7 persen pengguna Livin’ Merchant merupakan pelaku UMKM yang berdomisili di wilayah non-urban atau setara dengan sekitar 1,9 juta pengguna.
Di sisi lain, pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) juga dirancang untuk menyasar masyarakat yang kurang terlayani, di mana hal ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
Baca juga: Kondisi Menantang, Begini Stategi Bisnis Bank Mandiri pada 2026
Komitmen keberlanjutan Bank Mandiri juga mendukung Asta Cita Presiden Prabowo dalam peningkatan kesejahteraan rakyat, penguatan pendidikan, kesehatan, serta pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing.
Raih Pengakuan Global
Sebagai hasil, berbagai upaya keberlanjutan ini mendapatkan pengakuan dari lembaga pemeringkat global, salah satunya melalui peningkatan skor ESG Risk Rating berdasarkan penilaian Sustainalytics yang mencapai kategori ‘negligible risk’ dengan skor 9,5 pada 2025 lalu.
“Keberlanjutan kami posisikan sebagai fondasi strategi bisnis agar setiap pertumbuhan yang kami dorong mampu menciptakan dampak nyata serta nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” pungkas Riduan. (*)
Editor: Yulian Saputra










