News Update

Bank KEB Hana Sumbang 10 Ribu Unit Rapid Test ke Kemenkes

Jakarta – Sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk terus memerangi pandemi Coronavirus disease (Covid-19), PT Bank KEB Hana Indonesia (Bank KEB Hana) memberikan bantuan berupa 10 ribu unit rapid test kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Penyerahan unit rapid test dengan jenis Standard Q Covid-19 IgM/IgG Duo oleh Bank KEB Hana tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Kesehatan Letnan Jenderal TNI Dr. dr. Terawan Agus Putranto. Selanjutnya, Direktur Utama Bank KEB Hana Park Sung-Ho dan Direktur Kepatuhan dan Risiko Bank KEB Hana Bayu Wisnu Wardhana akan menyerahkan bantuan kepada Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes dr. Budi Sylvana, dan Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kemenkes Acep Somantri.

Direktur Utama Bank KEB Hana Park Sung-Ho mengatakan, sebagai bank asal Korea Selatan yang memiliki sejarah terpanjang di Indonesia, Bank KEB Hana membawa puluhan ribu unit alat tes antibodi untuk membantu memecahkan persoalan virus corona di Indonesia.

“Dengan #SemangatPulihDariCorona, bantuan kami berupa 10 ribu unit rapid test menjadi terwujud. Di kondisi seperti sekarang, kita semua mesti bekerja sama memerangi Covid-19. Kami berharap upaya nyata Bank KEB Hana mendukung pemerintah dapat membantu menghentikan penyebaran virus corona yang semakin luas di Indonesia,” ujar Park Sung-Ho di Jakarta.

Alat rapid test dengan jenis Standard Q Covid-19 IgM/IgG Duo merupakan alat tes yang telah diakui standarnya oleh Pemerintah Indonesia. Menurut Park Sung-Ho, perusahaan mendatangkan alat rapid test langsung dari Korea Selatan, negara yang diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) paling cepat dan transparan dalam mengontrol dan menangani virus corona.

Dengan adanya virus corona di seluruh dunia, Korea Selatan menjadi salah satu negara yang stabil dalam penanganan pandemi tersebut. Hal ini didukung oleh pengalaman dan teknologi Negeri Ginseng tersebut di masa lalu terkait pengadaan test kit.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19 ini. Sinergi dan dukungan dari seluruh pihak menjadi sangat penting ditambah dengan dukungan seluruh masyarakat yang taat serta patuh pada anjuran Pemerintah maka diharapkan penyebaran Covid-19 bisa ditekan dan diturunkan,” jelas Park Sung-Ho.

Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi memberikan apresiasi kepada Bank KEB Hana karena turut ambil bagian membantu meringankan beban pemerintah dengan memberikan dukungan nyata bagi percepatan penanganan Covid-19.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Bank KEB Hana untuk membantu pemerintah menanggulangi dan melawan penyebaran Covid-19. Langkah nyata ini diharapkan dapat menjadi contoh dan solusi yang baik bagi seluruh pihak untuk menghentikan laju penyebaran wabah Covid-19,” kata Oscar.

Direktur Kepatuhan dan Risiko Bank KEB Hana Bayu Wisnu Wardhana menjelaskan, Bank KEB Hana terus berkomitmen untuk turut berperan penting dalam memajukan kesejahteraan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia. Salah satunya dengan tetap memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat.

Selain itu, Bank KEB Hana juga ikut serta dalam mengedukasi mengenai perilaku yang baik dalam menghadapi darurat Covid-19 dengan menerapkan pelayanan digital agar dapat memberikan layanan terbaik tanpa harus bertatap muka di masa pandemi.

“Sebagai bagian dari industri perbankan di Indonesia, Bank KEB Hana akan terus berkomitmen untuk turut berperan penting dalam memajukan kesejahteraan dan mendorong pertumbuhan ekonomi, salah satunya dengan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Selain itu, kami berharap upaya kami terkait bantuan rapid test dapat menstimulasi institusi keuangan lainnya di Indonesia untuk berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan corona. Selanjutnya untuk ke depannya, kami akan lebih aktif lagi mencari berbagai kegiatan donasi yang dapat membantu negara kita tercinta,” tutup Bayu. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Bos Danantara Sebut Demutualisasi BEI Buka Pintu Investor Global

Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More

59 mins ago

CIO Danantara Buka Suara soal Demutualisasi BEI dan Potensi Konflik

Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More

2 hours ago

Awarding BTN Housingpreneur Jadi Penutup BTN Expo 2026, Fokus Inovasi Perumahan

Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More

2 hours ago

Digadang Jadi Pjs Dirut BEI, Jeffrey Hendrik Respons Begini

Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More

3 hours ago

Respons Cepat OJK Redam Kekhawatiran Pasar Pascapergantian Pimpinan

Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More

5 hours ago

OJK Beberkan 8 Aksi Percepatan Reformasi Pasar Modal RI, Apa Saja?

Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More

6 hours ago