Jakarta – PT. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah (Bank Kalteng) mengedepankan perbaikan infrastruktur dan mobile banking, serta bekerjasama dengan fintech untuk melayani nasabah di masa pandemi.
Yayah Diasmono, Direktur Utama Bank Kalteng, menjelaskan saat ini Bank Kalteng lebih menyukai kolaborasi dengan berbagai pihak. “Kolaborasi dapat menekan cost/capex, tetapi memperoleh hasil optimal,” kata Diasmono, kepada Infobank beberapa waktu lalu dikutip di Jakarta.
Sampai akhir tahun ini, Diasmono beserta tim telah menyusun strategi untuk mencapai target pertumbuhan, diantaranya konsisten di sektor perkebunan sawit, selain usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM) pada umumnya. Karena, menurut Diasmono, di sektor ini masih belum banyak pemain dan masih sangat terbuka luas peluangnya.
Kedepannya, sebagai salah satu bank milik daerah, Bank Kalteng masih harus menghadapi sejumlah tantangan. “Tantangannya adalah bagaimana lebih ke grass root UMKM yang merupakan peluang bisnis dan bagaimana memberikan bunga pinjaman single digit, artinya lebih merinci structure cost untuk lending. Kemudian, lebih serius untuk digitalisasi sehingga lebih efisien dalam beroperasi,” ucapnya. (*) Ayu Utami
Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 24 Februari 2026 di… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,20% ke level Rp16.835 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More
Poin Penting Bank INA optimistis mampu melampaui target pertumbuhan kredit 8–12 persen dari OJK dengan… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,36% ke level 8.425,94 dengan nilai transaksi Rp415,39 miliar dan… Read More
Poin Penting OJK siapkan penghapusan KBMI I dan mendorong bank bermodal inti Rp3 triliun–Rp6 triliun… Read More
Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan penguatan selama bertahan di atas 8.170, dengan potensi menuju 8.440-8.503.… Read More