News Update

Bank Ganesha Tumbuh Positif di 2025, Raup Laba Rp290,60 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Poin Penting

  • Bank Ganesha membukukan laba sebelum pajak Rp290,60 miliar pada 2025, didorong pertumbuhan DPK 12,77 persen yoy dan kinerja bisnis yang solid.
  • Intermediasi tumbuh, kualitas aset terjaga: Kredit naik 15,87 persen yoy dengan rasio NPL gross tetap rendah di 1,40 persen, di bawah rata-rata industri.
  • Transformasi dan ekspansi berlanjut: Perkuat digital lewat aplikasi NEW BANGGA, tambah cabang di Denpasar, serta naik ke Papan Utama BEI sebagai cerminan fondasi bisnis yang kian kuat.

Jakarta – PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) melaporkan kinerja keuangan tahun 2025 pada Selasa, 31 Maret 2026. Bank dengan kode saham BGTG ini menutup tahun 2025 dengan kinerja yang solid, ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang sehat, kualitas aset yang tetap terjaga, serta langkah transformasi yang terus berjalan secara konsisten.

“Kami memiliki capaian yang positif di tengah kondisi industri perbankan yang masih penuh tantangan,” kata Setiawan Kumala, Presiden Direktur Bank Ganesha, kepada Infobank, beberapa waktu lalu.

Sepanjang tahun 2025, Bank Ganesha membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp290,60 miliar, yang merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah perseroan. Kinerja ini didukung oleh pertumbuhan pada berbagai indikator utama, termasuk dana pihak ketiga (DPK) yang meningkat 12,77 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), mencerminkan kepercayaan nasabah yang terus tumbuh terhadap produk dan layanan Bank Ganesha.

Baca juga: Setiawan Kumala Diangkat Jadi Presiden Direktur Bank Ganesha, Ini Profilnya

Di sisi intermediasi, Bank Ganesha mencatat pertumbuhan kredit sebesar 15,87 persen yoy, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kualitas portofolio. Hal ini tercermin dari rasio non performing loan (NPL) gross yang terjaga di kisaran 1,40 persen, berada di bawah rata-rata industri. Kinerja itu turut didukung oleh pengelolaan operasional yang semakin efisien serta profitabilitas yang tetap terjaga di tengah dinamika industri perbankan.

Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang, Bank Ganesha juga terus memperkuat kapabilitas digital. Sepanjang 2025, perseroan meluncurkan “NEW BANGGA”, aplikasi mobile banking terbaru yang menghadirkan berbagai fitur unggulan, seperti pembukaan rekening secara online (online onboarding), spending tracker, dan pocket account.

Inovasi ini melengkapi ekosistem digital Bank Ganesha yang telah mencakup layanan BI-FAST, QRIS, internet banking, dan mobile banking, guna menghadirkan pengalaman perbankan yang lebih praktis, aman, dan efisien bagi nasabah.

Sejalan dengan penguatan layanan, Bank Ganesha juga melanjutkan ekspansi jaringan secara selektif. Pada akhir 2025, perseroan meresmikan kantor cabang baru di Denpasar, Bali, sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan dan memperkuat kehadiran di wilayah dengan potensi pertumbuhan yang menjanjikan.

Selain itu, saham perseroan resmi naik kelas dari Papan Pengembangan ke Papan Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) efektif per 28 November 2025. Pencapaian ini mencerminkan fondasi bisnis yang semakin kuat serta komitmen perseroan dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.

Baca juga: BI Catat DPK Perbankan Februari 2026 Capai Rp9.449 Triliun, Tumbuh 9,2 Persen

Ke depan, Bank Ganesha akan terus fokus memperkuat bisnis inti, mengembangkan layanan digital, serta meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan, seiring dengan upaya menjaga pertumbuhan yang sehat dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Di 2026, Bank Ganesha menargetkan pertumbuhan kinerja yang sehat dengan fokus utama pada sustainable profitability. Target ini akan dicapai melalui pertumbuhan laba yang konsisten, perbaikan efisiensi, serta pengelolaan kualitas aset yang tetap terjaga,” tutup Setiawan. (*) Ari Nugroho

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Transisi PSAK 117 Sukses, Asuransi Bintang Cetak Laba Rp45,8 Miliar di 2025

Poin Penting PT Asuransi Bintang Tbk membukukan laba komprehensif Rp45,8 miliar dan ekuitas Rp460,5 miliar,… Read More

55 mins ago

Bahlil: Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Pasar Global, BBM Subsidi Tunggu Tanggal Mainnya

Poin Penting Harga BBM nonsubsidi ditentukan oleh mekanisme pasar global sesuai regulasi pemerintah. BBM nonsubsidi… Read More

57 mins ago

Kredit UMKM Masih Tertekan, Turun 0,6 Persen pada Februari 2026

Poin Penting Kredit UMKM pada Februari 2026 terkontraksi 0,6% yoy menjadi Rp1.484,9 triliun, melanjutkan tren… Read More

1 hour ago

Laba Sebelum Pajak Bank Muamalat Tumbuh 47,5 Persen Jadi Rp30,1 Miliar di 2025

Poin Penting Bank Muamalat membukukan laba sebelum pajak Rp30,1 miliar pada 2025, naik 47,5 persen… Read More

1 hour ago

Investor Ritel Rentan Terjebak, IPOT Tekankan Pentingnya Analisis Mendalam

Poin Penting Investor perlu lebih selektif dan mengandalkan data real-time serta riset komprehensif, karena penggunaan… Read More

2 hours ago

Pertamina Tegaskan Belum Ada Pengumuman Resmi BBM Naik per 1 April 2026

Poin Penting Pertamina menegaskan belum ada pengumuman resmi terkait kenaikan harga BBM per 1 April… Read More

2 hours ago