Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membidik porsi pembiayaan hijau dan sustainability finance bisa mencapai 30 persen dari total kredit secara keseluruhan dalam 3-5 tahun ke depan.
Syariah & Sustainability Finance Director, PT Bank Danamon Indonesia Tbk Herry Hykmanto mengatakan, saat ini perseroan telah mengalokasikan 20 persen portofolio pembiayaan berkelanjutan.
Pihaknya pun akan berupaya meningkatkan portofolio pembiayaan berkelanjutan sesuai dengan arahan dari grup, yakni Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG).
“Sekitar 20 persen lebih portfolio kita sudah sustainable dan akan terus kita tingkatkan dan naik terus setiap tahun. Kita ingin naikkan ke 30 persen dalam 3-5 tahun ke depan. Mudah-mudahan bisa tercapai,” ujar Herry dalam konferensi MUFG NOW 2025 di Jakarta, Selasa, 14 Oktober 2025.
Baca juga: Bank Danamon Ungkap Upaya Lindungi Nasabah dari Status Dormant
Berdasarkan data pihaknya, realisasi pembiayaan hijau per Juni 2025 mencapai Rp34,5 triliun.
Adapun, Danamon juga mencatat saldo pinjaman dan pembiayaan dari aktivitas terkait keberlanjutan sebesar Rp32,7 triliun per 31 Desember 2024.
Menurut Herry, porsi pembiayaan yang dialokasikan tersebut sebagai bentuk komitmen Danamon terhadap sustainability. Hal ini sejalan dengan target Net Zero pada 2030.
“Kami berkomitmen untuk pencapaian net zero GHG emission, yang akan kejar tahun 2030. Upaya ini terus kita monitor sehingga kita mencapai target tersebut. Selain itu, komitmen ini juga bagian turut serta kita melalui Enhanced Nationally Determined Contribution dan pemenuhan POJK 51/2017,” bebernya.
Baca juga: Laba Bank Danamon Tumbuh 12 Persen Jadi Rp1,6 Triliun di Semester I 2025
Lebih lanjut, dalam mendukung pembiayaan berkelanjutan ini, Danamon memiliki kelebihan dibandingkan bank-bank lain di Indonesia, karena bukan hanya sebagai sebuah bank, tetapi sebuah grup keuangan.
“Yang membuat unik adalah Danamon is not only a bank. Danamon is a financial group. MUFG adalah bank global, kita punya global connectivity. Ketika kita bicara Danamon as financial group ada bank, lalu ada financing company namanya Adira Finance, dan ada HCI,” bebernya.
Dengan struktur seperti ini, kata Herry, grup ini mampu memberikan solusi pembiayaan berkelanjutan (sustainable finance) yang dapat menjangkau seluruh segmen — mulai dari korporasi besar hingga konsumen ritel. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga TEPAT 8 Januari 2026 akhirnya pemerintah melakukan konferensi… Read More
Poin Penting OJK menyetujui pencabutan izin usaha pindar Maucash milik Astra secara sukarela, mengakhiri operasional… Read More
Poin Penting OJK membentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital yang efektif sejak 1 Januari 2026 untuk… Read More
Poin Penting Infobank melalui birI memperbaiki perhitungan Loan at Risk (LAR) agar sesuai dengan ketentuan… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kinerja perbankan tetap solid pada 2026, ditopang pertumbuhan kredit, DPK, kualitas… Read More
Oleh Junaedy Gani DARI waktu ke waktu muncul aspirasi tentang keberadaan sebuah Sovereign Wealth Fund… Read More