Poin Penting
- Bank BJB menerbitkan Obligasi Keberlanjutan Tahap II 2026 dengan kupon hingga 6,30% dan minimum investasi Rp5 juta.
- Dana obligasi dialokasikan untuk proyek hijau dan sosial, termasuk energi terbarukan, perumahan, serta UMKM.
- Sustainability Bond Tahap I sebelumnya oversubscribed 4,66 kali, mencerminkan tingginya minat investor pada instrumen ESG.
Jakarta – Bank BJB menerbitkan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 sebagai bagian dari strategi memperkuat pendanaan sekaligus memperluas pembiayaan berbasis prinsip keberlanjutan.
Instrumen ini ditawarkan kepada nasabah korporasi maupun ritel sebagai alternatif investasi pendapatan tetap yang kompetitif dan terukur.
Mengutip laman resmi Bank BJB, Rabu (25/2), obligasi diterbitkan dalam dua seri. Seri A memiliki tenor tiga tahun dengan indikasi kupon sebesar 5,45% hingga 6,05% per tahun.
Sementara itu, Seri B ditawarkan dengan tenor lima tahun dan indikasi kupon sebesar 5,70% hingga 6,30% per tahun. Kedua seri tersebut memberikan fleksibilitas bagi investor untuk menyesuaikan pilihan dengan profil risiko dan horizon investasi masing-masing.
Baca juga: Bank BJB Buka Layanan Tukar Uang, Siapkan Rp8 Triliun untuk Ramadan-Lebaran 2026
“Minimum pemesanan ditetapkan sebesar Rp5.000.000 dan berlaku kelipatan yang sama. Tidak terdapat batas maksimum pemesanan, sehingga memberikan ruang partisipasi yang luas bagi berbagai kategori investor,” tulis keterangan resmi manajemen.
Sementara itu, masa penawaran awal atau book building berlangsung pada 13 Februari hingga 2 Maret 2026. Adapun pembayaran dari investor dijadwalkan pada 30 Maret 2026, dengan distribusi elektronik pada 31 Maret 2026. Jadwal tersebut dirancang untuk memastikan proses penerbitan berjalan tertib dan transparan.
Bagi investor perseorangan, terdapat sejumlah persyaratan administratif yang perlu dipenuhi. Calon investor wajib memiliki KTP yang terdaftar di Disdukcapil, rekening simpanan di Bank BJB, serta rekening efek di Bank BJB.
Biayai Proyek Berkelanjutan
Obligasi Berkelanjutan Bank BJB merupakan instrumen yang diterbitkan untuk membiayai proyek berwawasan lingkungan dan sosial.
Dana hasil emisi akan dialokasikan pada proyek hijau serta proyek sosial yang memenuhi kriteria keberlanjutan. Fokus pembiayaan mencakup sektor energi baru dan terbarukan, pembiayaan perumahan, serta penguatan sektor UMKM dan mikro. Skema ini juga mencakup pembiayaan baru maupun refinancing atas proyek yang telah berjalan.
Inisiatif keberlanjutan Bank BJB selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan global, termasuk Sustainable Development Goals serta komitmen perubahan iklim dalam kerangka Paris Agreement.
Baca juga: Laba Bank BJB Tembus Rp1,37 Triliun, Pertumbuhan Berkelanjutan Terus Didorong
Sebelumnya, pada akhir 2024, Sustainability Bond Tahap I mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 4,66 kali dari target awal.
Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat investor terhadap instrumen berbasis ESG yang diterbitkan Bank BJB. Kepercayaan pasar menjadi indikator kuat atas kredibilitas dan prospek keberlanjutan bisnis perseroan.
“Dengan kombinasi peringkat yang kuat, indikasi kupon kompetitif, serta komitmen terhadap pembiayaan berkelanjutan, Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 menjadi bagian dari upaya Bank BJB menghadirkan solusi investasi yang produktif dan berdampak bagi negeri,” tutup manajemen. (*)
Editor: Yulian Saputra










